Selasa, 05 Mei 2026 WIB

Penggarap Lahan 65 Serang Pemasang Spanduk

Redaksi - Minggu, 24 Desember 2023 13:52 WIB
Penggarap Lahan 65 Serang Pemasang Spanduk
matatelinga.com
Bentrok penggarap membakar spanduk.
MATATELINGA, Percut:Sabtu malam (23/12/2023) sekelompok orang terlibat kericuhan di Jalan. H. Anif Kampung Kompak, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.


Dimana kericuhan dimulai dengan sekelompok penggarap yang menempati lahan eks ptpn 2 yang di kerap sebut dengan "lahan 65", mendatangi beberapa orang pekerja yang sedang memasang spanduk yang berisikan " Himbauan/Pemberitahuan "Kepada warga Penghuni Dusun XXIV Jati Asri Dikenal Lahan 65 yang ada memiliki Bangunan Rumah diatasnya, Kami membuka Posko Penerimaan data warga yang untuk diganti Rugi.uang atau Relokasi Bangunan dapat menghubungi kami dengan Roby dengan nomor Handpone tertera".


Para Penggarap ini langsung menurunkan spanduk yang sudah terpasang sehingga cekcok mulut pun berlangsung antara pekerja pemasang spanduk dengan para penggarap, sampai akhirnya terjadi dorong dorongan antar pekerja dan para penggarap, dan akhirnya kericuhan pun tidak dapat dihindari.


Aksi Para penggarap pun semakin brutal dengan membakar Ban, spanduk- spanduk yang terpasang serta memblokade Jalan. H. Anif Kampung Kompak, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Informasi yang diperoleh oleh wartawan,
"Awalnya ada orang yang memasang spanduk, Pak.

Kemudian didatangi oleh sekelompok orang (penggarap) meminta agar spanduk jangan dipasang, dan mereka mencopoti spanduk-spanduk yang sudah dipasang, terlihat di antara beberapa orang penggarap ini membawa senjata tajam". Ujar salah seorang warga yang ada di lokasi.


Sementara info dr pekerja yang para pekerja yang memasang spanduk mengatakan,

"Mereka menurunkan spanduk dengan paksa, bahkan salah seorang diantaranya "membacok" spanduk yang terpasang dengan menggunakan senjata tajam, itulah awal kejadian Pak.

Setelah satu hari sebelumnya juga spanduk yang kami pasang raib entah kemana rimbanya". Ujar Andi, salah seorang pekerja spanduk.

Di sisi lain, Para penggarap yang didatangi wartawan untuk meminta informasi belum mau diwawancarai dan masih sibuk membakar ban serta memblokade jalan.

Tidak berapa lama kejadian teraebut, pihak kepolisian dari Polsek Percut Seituan dan Polrestabes Medan, tiba dilokasi di Pimpin Kompol Muhammad Agustiawan.

Agus menghimbau pada warga menahan diri dan tidak anarkis, sambil memadamkan kobaran api dibadan jalan dengan menggunakan air dan suasana aman.
Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru