Selasa, 13 Oktober 2026 WIB

Penanganan PMK, Polres Sergai Rakor Bersama Instansi

- Selasa, 05 Juli 2022 11:27 WIB
Penanganan PMK, Polres Sergai Rakor Bersama Instansi
Matatelinga.com/ist
Polres Sergai rapat kordinasi penanganan PMK bersama Instansi di Aula Patriatama Polres Sergai Senin (04/07/2022).

MATATELINGA, Sergai - Polres Serdang Bedagai bersama dinas terkait menggelar rapat koordinasi penanganan Penyakit mulut dan Kuku (PMK) di wilayah hukum Kabupaten Serdang Bedagai di Aula Patriatama Polres Sergai, Senin (04/07/2022).

Dalam rapat kordinasi turut hadir Kapolres Serdang Bedagai diwakili Waka Polres, Kompol Sofyan, SH, Bupati Serdang Bedagai diwakili Asisten II, Drs Nasrul Azis Siregar, PJU Polres Sergai, Kadis ketapang Sergai, drh Andarias Ginting, MSi, Kadis Kominfo Sergai Drs Akmal, AP, MAP dan para Camat se-Kabupaten.

Dalam sambutan, Kapolres Sergai diwakili Waka Polres Sergai, Kompol Sofyan mengatakan bahwa hari ini disini melaksanakan rapat kordinasi dalam rangka penanganan PMK.

"Penyebaran PMK di sumut masuk zona merah sehingga kita harus serius dalam penanganan ini, Mari kita bantu untuk masyarakat yang membuat surat hewan yang sehat untuk di jual," papar Kompol Sofyan.

"Saat pengecekan dari kandang satu ke dandang lain, agar kita lakukan sterilisasi," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Sergai diwakili Asisten II, Drs Nasrul Azis Siregar mengatakan bahwa PMK marak di seluruh Indonesia dan penyebaran penyakit ini sangat luar biasa, manusia bisa menyebarkan kepada hewan lain.

"Faktor ini bisa menurunkan Ekonomi masyarakat, bahkan Penyakit PMK ini bisa sembuh dan diobati, namun ini menjadi trauma bagi masyarakat," sebut Nasrul Azis.

[br]

Ia mengatakan dalam Menyambut hari raya qurban, diantisipasi agar tidak terjadi hoax terhadap hewan qurban karena PMK. "Vaksin untuk PMK sedang diproduksi, kita masih lakukan vaksin terhadap 300 hewan," sebutnya.

Ditambahkannya, Kadis Ketapang Sergai, drh Andarias Ginting, MSi, menuturkan bahwa penyebaran PMK di Sergai berawal di daerah kecamatan dolok Merawan. Bahkan Manusia juga bisa menyebarkan virus PMK, sehingga setelah pengecekan kandang kita harus didisinfektan.

"Hewan yang terkena penyakit PMK agar diisolasi dan Pada Pemotongan Hewan qurban saat ini tidak boleh dilakukan di tempat umum, namun lakukan di tempat khusus pemotongan hewan. Bahkan Limbah pemotongan tidak boleh dibuang di Sungai atau aliran parit umum," harap Kadis Ketapang Sergai.

Hal serupa dikatakan Kabag Ops terkait penanganan PMK. Menurutnya, masukan dari Kapolsek P Cermin bahwa wilayah Pantai Cermin banyak terkena kasus penyakit PMK pada hewan.

"Bahkan masyarakat bahu-membahu memberikan obat dan resep agar ternaknya tidak terimbas PMK. Terkait Data Hewan terpapar PMK ini berbeda dengan data yang dimiliki Dinas Ketapang, mohon kiranya agar data dilakukan bersama," papar Kabag Ops.

Hasil kesimpulan dalam rapat koordinasi penanganan PMK yaitu meminta kepada Asisten 2 agar menindak lanjuti struktur Pembentukan Satgas Penanganan PMK.

Selanjutnya, Kepala Dinas Ketapang mensosialisasi surat keterangan kesehatan untuk hewan dan harus ada koordinasi antara dinas ketapang dan kesehatan hewan terkait data.

"Kemudian kepada Dinas BPBD bisa melakukan penyemprotan disinfektan di kandang-kandang dan Pengadaan vaksinasi agar segera terealisasikan maupun edukasi masyarakat terkait penanganan dan pencegahan terhadap penyakit mulut dan kuku," tandasnya.

Editor
:
SHARE:
 
Komentar
 
Berita Terbaru