MATATELINGA, Asahan : Kendaraan Pemusnah Narkotika milik BNN Propinsi Sumatera Utara yang didatangkan Polres Asahan untuk pemusnahan barang bukti narkotika terkesan tidak berfungsi secara optimal, dalam pembakaran narkotika yang dimasukan dalam tungku pembakaran seharusnya asap keluar melalui cerobong asap, namun kali ini unit mobile pemusnah narkotika yang didatangkan oleh BNN Sumatera Utara tersebut asap pembakarannya keluar dari celah tungku dan sana sekali cerobong asap tidak berfungsi sebagai mana mestinya.
Keterangan salah seorang ibu staff BNN Sumatera Utara yang enggan menyebut namanya mengatakan bahwa peralatan mesin insenerator untuk memusnahkan bahan adiktif jenis narkotika, ganja maupun extacy dan sabhu tersebut didatangkan dari luar dan bukan product dalam negeri, dan dalam pembakaran narkotika seperti yang dilaksanakan hari ini di Polres Asahan terdapat kendala kebocoran asap dari pembakaran yang seharusnya keluar melalui cerobong asap, namun dalam pembakaran kali ini asap yang keluar dari celah pintu tungku, kami mohon maaf atas kejadian ini, ucapnya sambil berlalu meninggalkan beberapa jurnalis.
[br]
Sementara Kapolres Asahan AKBP.Afdal Junaidi yang didampingi Kasat Narkoba AKP.Mulyoto saat dikonfirmasi dengan senyum khasnya mengatakan mobile insenerator tersebut milik BNN Sumatera Utara yang didatangkan ke Asahan guna untuk memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabhu sebanyak 42 kilo gram dan narkotika jenis pil extacy sebanyak 85 ribu butir.
Terkait kurang berfungsinya alat tersebut yang seharusnya asap pembakaran keluar dari cerobong asap dan ini asap keluar dari celah pintu pembakaran atau tungku, hal tersebut bukan kewenangan kami, karena peralatan tersebut milik BNN Sumatera Utara.
Kami juga mohon maaf bila rekan rekan jurnalis dalam peliputan pemusnahan barang bukti narkotika tadi terganggu , ungkapnya (dieks)