Jumat, 01 Mei 2026 WIB
Jenguk Pelaku Pembunuh Mandor

Wakil Ketua DPRA, Yakinlah Penyidik Pasti Bekerja Profesional

- Senin, 10 Februari 2020 19:41 WIB
Wakil Ketua DPRA, Yakinlah Penyidik Pasti Bekerja Profesional
Mata telinga/istimewa
MATATELINGA, Medan: Kasus perkelahian yang terjadi di Delicious Cafe Pasar Baru, Kelurahan Titirantai, Kecamatan Medan Baru yang terjadi beberapa waktu lalu menyita perhatian publik.


Termasuk dua wakil rakyat asal Aceh, yakni Wakil Ketua DPRA Aceh, Syafruddin dan Sekretaris Fraksi PKB-DPA, Wahyu Wahab. Keduanya terlihat menjenguk ketiga warga Aceh yang saat ini ditahan di Polrestabes Medan.

"Kita datang kesini (Polrestabes Medan-red) merasa terpanggil dan sekaligus memberikan dukungan moril untuk ketiganya," ujar Syafruddin, Senin (10/2/2020) siang.

Ia mengatakan, Mahyudi (38), Mursalin (32), dan Agus Salim (32), ketiganya warga asal Aceh Pidie saat ini masih ditahan di ruang tahanan Polrestabes Medan, menunggu proses hukum lebih lanjut atas perkelahian  dan mengakibatkan korban Abadi Bangun, seorang mandor angkutan di Medan tewas.


"Kita meminta kepada para tersangka agar mempercayakan kasus tersebut kepada penyidik Polrestabes Medan, karena kita yakin kalau kasus tersebut pasti ditangani dengan profesional," ungkapnya.

Ia juga berharap, agar ketiga tersangka tersebut mendapat keringanan hukuman dalam menjalani profes hukum yang mereka hadapi.

"Berdasarkan informasi yang kami peroleh dari warga di sekitar lokasi kejadian, termasuk informasi dari media, kami berkeyakinan ada keringanan untuk saudara saudara kami ini karena selama bergaul tidak pernah berselisih dengan siapapun. 

[br]

Bahkan korban, sudah berkali kali makan gratis dan kerap membuat keributan, tidak hanya di warung mereka saja, tetapi di warung lain juga. Jadi kami berharap,ketiganya nanti bisa mendapatkan keringanan dan lebih penting, kasus ini tidak dipolitisir ke persoalan lain, apalagi kasus SARA, tapi ini murni kriminal". ujar Syafaruddin.

Apalagi dari Penyidik Kepolisian mereka juga mendapatkan informasi bahwa ketiganya tidak memiliki catatan kejahatan dan berkelakuan baik sejak ditangkap hingga saat ini. 

"Jika ingin lari, ketiganya punya kesempatan itu. Tetapi ini tidak, mereka sadar telah berbuat salah dan mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan tidak melarikan diri dan pasrah ditangap Kepolisian," jelasnya.

Sebelum menjenguk ketiga tersangka, kedua anggota DPRA Aceh ini sempat bersilaturrahmi dengan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jhonny Edison Isir dan Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak.

"Kita juga tadi sempat bertemu dengan Kapolrestabes Medan dan megucapkan terima kasih atas suasana kondusif di Kota Medan, sehingga masyarakat, termasuk warga Aceh, merasa aman untuk berinvestasi dan berusaha di Medan," terangnya. (Anggi)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru