Senin, 31 Agustus 2026 WIB

Sebelum Pembunuhan, Eksekutor dan Hakim Jamal Kerap Main Dam Batu

- Kamis, 16 Januari 2020 18:05 WIB
Sebelum Pembunuhan, Eksekutor dan Hakim Jamal Kerap Main Dam Batu
mtc/ist
Anak kedua hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaludin (55) menyebut salah satu tersangka, JP (42) sering datang ke rumah setiap hari Kamis malam.
MATATELINGA, Medan: Anak kedua hakim Pengadilan Negeri Medan, Jamaludin ,55,  menyebut salah satu tersangka, JP ,42, sering datang ke rumah setiap hari Kamis malam. 




Menurut Rajif, kelakuan para tersangka tidak manusiawi dan harus dihukum seumur hidup. Rajif yang sejak Agustus 2019 tinggal di Jakarta untuk kuliah itu mengaku tidak kenal dengan para tersangka. Dia mengaku 'ngeh' dengan tersangka setelah ada polisi menunjukkan identitas pelaku. 

"Awalnya nggak 'ngeh'. Baru 'ngeh' setelah ada polisi dan wartawan datang. Dulu sering datang ke rumah, tapi tak begitu kenal," katanya saat melihat lokasi penemuan ayahnya.

Tersangka yang sering datang itu adalah JP. Dijelaskannya, saat dirinya masih di rumah, dia mengetahui bahwa JP sering ke rumah dan main dam batu dengan ayahnya (korban). "(JP) sering datang ke rumah, setiap hari Kamis malam. Seminggu sekali lah. Rame datangnya. Dia ya masuk ke dalam rumah, main dam batu sama ayah. Sampai tengah malam," katanya. 

Ketika ditanya apakah saat itu ZH juga berada di lokasi bersama dengan ayahnya, JP dan lainnya, menurut Rajif, biasanya ZH tidak ikut. "Itu sebelum saya ke Jakarta. Spesifik tahunnya lupa. Ibu (ZH) waktu itu tidur lah. Kenapa setiap malam Jumat, saya tak tahu," katanya. 




Rajif menambahkan, selama ini antara ayahnya dan ZH tampak tidak ada masalah. Dia tidak melihat adanya gelagat yang mencurigakan. "Biasa-biasa saja. Kesannya adem-adem aja," katanya. 

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Pol Andi Ryan mengatakan, antara korban dengan tersangka JP kemungkinan kenal karena sama-sama sebagai orangtua dari murid yang belajar di sekolah yang sama.

"Jadi diundang rame-rame di rumah supaya dekat. Mungkin saja lalu main (dam batu) di situ," katanya. 

Di lokasi tersebut, Rajif sempat berpelukan dengan Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin. Martuani menyampaikan sesuatu dengan suara pelan kepada Rajif yang datang bersama dengan kerabatnya yang lain. (mtc/amr)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru