Senin, 17 Agustus 2026 WIB

Polisi Duga Golfried Siregar Korban Laka Tunggal

- Jumat, 11 Oktober 2019 16:14 WIB
Polisi Duga Golfried Siregar Korban Laka Tunggal
Mtc/ist
Polda Sumut memaparakan hasil penyelidikan terkait meninggalnya Aktivis HAM Golfrid Siregar yang dinilai meninggal dengan cara yang janggal.
MATATELINGA, Medan: Polda Sumut  menduga meninggalnya aktivis sekaligus kuasa hukum Walhi Sumut Golfrid Siregar akibat laka lantas tunggal. Ini sesuai dengan sejumlah fakta yang ditemuakn di lapangan.




[adx]

" Dugaan sementara ini sampai dengan proses yang kita lakukan saat ini dapat disimpulkan bahwa  sementara korban meninggal karena laka tunggal," ujar Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto di Mapolda Sumut, Jum'at (11/10/2019).

Agus mengatakan, hasil itu berdasarkan fakta fakta yang diperoleh polisi melalui penyelidikan  lakalantas maupun tindak pidana lain

" Ternyata yang tindak pidana lain hanya kasus pencurian, setelah yang bersangkutan (tersangka) menolong dari TKP menuju rumah sakit," ujar Agus. 

Dugaan  laka tunggal itu lanjut Agus, berdasarkan hasil olah TKP di lokasi Golfried terjatuh.

" Menyenggol trotoar kemudian terjatuh, ke arah kanan, dan semua luka korban ada di sebelah kanan," ujar Agus sambil menunjukkan foto luka korban kepada wartwan.




[adx]

Sementara itu Kasatlantas Polrestabes Medan AKBP Juliani sebelumnya dalam paparanya menejelaskan dari fakta fakta yang ditemukan Kamis (2/10) sekira pukul 01.30. Dari lokasi kejadian salah seorang saksi, Ramli menjelaskan korban melihat Golfried tergeletak di Under Pass 

" Dengan posisi miring kepala kanan pipi kanan di aspal dan ada keluar darah dan di depannya ada sepeda motor seperti itu," ujar Juliani 

Posisi itu semakin dikuatkan dengan kehadiran becak karena di CCTV rumah sakit Mitra Sejati  
yang mengantarkan korban dengan becak jumlahnya lima orang.

" Kami juga melakukan pengecekan dari pada sisi korban yang namanya  luka luka banyak pada  sisi sebelah kanan baik dari kepala  maupun dari kaki," ujar Juliani .

Selain itu kata  Juliani dari sisi  kendarannya juga dari depan itu lampu sen kanan patah termasuk juga setang sebelah kanan tergores dan   juga shock pada bagian depan sebelah kanan rusak.




[adx]

" Sementara di sebelah kiri (shock) tidak ada goresan, artinya benturan itu ada di sini (sebelah kanan) termasuk juga setang sebelah kanan mengalami gesekan. Termasuk juga kenalpot dibagian luar mengalami gesekan. Kaca spion juga patah," ujar Juliani.

Hal itu kata Juliani selaras dengan luka dibagian tubuh  sebelah kanan korban seprti lebamnya  mata disebelah kanan dan posisi  kaki korban yang kotor juga di sebelah kanan.

" Kalau dilihat dari  shock bawa yang tergores kami melihat bahwa bagian depan ketingianya  28 cm sementara itu  trotoar tingginya 25 cm seoertinya ada  benturan sisi sebelah kanan menghantam trotoar hingga mengakibatkan korban tidak stabil jatuh ke sebelah kanan karean kendaraan sebellah  kiri tidak ada benturan," tutup Juliani. (mtc/fae) 

Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru