Rabu, 14 Oktober 2026 WIB

Video Siswa SD di Labura Dianiaya Kakak Kelas Viral, Keluarga Sepakat Damai

- Jumat, 30 Agustus 2019 15:00 WIB
Video Siswa SD di Labura Dianiaya Kakak Kelas Viral, Keluarga Sepakat Damai
mtc/ist
Para pimpinan daerah di Kecamatan Kualuh Hulu dan di Kabupaten Labura saat proses mediasi pengeroyokan siswa SD yang viral di Labura
MATATELINGA, Labuhanbatu: Tindakan bullying terhadap siswa SD di viral di media sosial. Dalam video terlihat korban tak berdaya dipukuli dan ditendangi siswa lainnya. Video berdurasi 59 detik yang beredar luas di media sosial, korban dalam posisi jongkok ditendangi dan dipukuli silih berganti. Bocah itu hanya bisa menangis.

Setelah ditelusuri ternyata kejadian itu di SDN 117852 Dusun Ambacang Desa Siamporik Kecamatan Kualuh Hulu Kabupaten Labuhan Batu , Sumut pada 21 Agustus 2019. 

Wakil Ketua KPAD Labura Chairuddin Marpaung saat dikonfirmasi  membenarkan kejadian itu, namun persolan ini sudah di mediasi secara kekeluargaaan yang di inisiasi  camat  Kualuh Hulu, Kepala Dinas Pendidikan Labura, Kepala Desa Siamporik, KPAD Labura pihak kepolisiaan dan pihak pihak lainnya.


[adx]




" Proses mediasi dilakukan semalam, baik keluarga pelaku maupun korban  bersepakat untuk tidak melanjutkan ke proses hukum," ujar Khairuddin  Rabu (28/8)

Kata Khairuddin, di video itu, yang menjadi korban yakni siswa kelas empat SD inisial F. Dia  dipukul berulang kali oleh kakak kelasnya R siswa kelas 5 SD dan A siswa kelas 6 SD. Sedangkan yang memvidiokan pemukulan itu  hingga viral, U siswa 5 SD. Para pelaku  sengaja ingin memvideokan itu untuk memviralkan kejadian itu.

" Kalau bahasa mereka di video, yuk kita pukul biar viral biar viral, uda gitu biar ku vidiokan biar viral. Mereka  awalnya (tampak) main main," ujar Khairuddin 


[adx]




Mengenai siapa yang memviralkan video tersebut, Chairuddin tidak mengetahui secara pasti namun dirinya meminta semua pihak untuk menghapus video yang beredar.

"Lebih baik dihapus jangan diviralkan kasian anak-anak," ujar Khairuddin.

Sementara itu untuk  kondisi psikologi korban F sudah normal kembali, hal itu sudah  diperiksakan dan dibawa ke rumah sakit di Kecamatan Rantau Prapat.

" Kondisinya sudah baik. Hari ini Dinas Pemeberdayaan Permpuan dan Perlindungan anak juga sudah memanggil psikolog untuk konseling (korban)," ujar Khairuddin 


[adx]




Dengan beredarnya peristiwa ini, Chairuddin berharap semua pihak bersifat dewasa dan tidak menyebarkannya lagi ke media sosial lantaran sudah tercapai kata damai

" Orang tua salah seorang pelaku dengan korban ini satu keluarga, saling kait mengkait jadi sudah di mediasi sudah damai," tukasnya. (mtc/fae)

Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru