MATATELINGA –Asahan: Beberapa outlet, gerai dan atau counter yang diperuntukan guna menunjang dunia pendidikan di kawasan Jalan Akasia Kisaran tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Malahan fasilitas yang dibangun menggunakan dana APBD Pemkab Asahan tahun 2015 ini sudah beralih fungsi sebagai lokasi parkir.
Parahnya, lokasi parkir ini malah dikelola warga setempat dan hasil kutipan retribusi perparkiran juga tidak pernah disetorkan ke kas daerah. Selain itu, belakangan lokasi ini juga dijadikan sebagai tempat kencan maupun sebagai sarana tempat para penikmat narkoba.
"Outlet, toko,gerai yang ada di kawasan jalan Akasia tepatnya di samping SMPN 2 Kisaran, sejak di bangun pada tahun 2015 lalu hingga kini tidak pernah sekalipun di gunakan sebagai mana mestinya dan lagi gedung tersebut dibangun juga untuk apa,"ujar Sugiono (34) warga Bangsal kepada matatelinga.com, Rabu (13/2).
Lebih lanjut Sugiono juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Asahan banyak mengeluarkan biaya untuk pembangunan beberapa pintu pada gedung tersebut, namun tidak ada manfaatnya, sementara masih banyak lagi pembangunan infrastruktur yang lebih penting dan bermanfaat bagi masyarakat belum terbangun.
"bangunan itu terkesan tidak bertuan dan saat ini sudah menjadi sarana tempat perparkiran anak sekolah yang dikelola oleh warga setempat, dan hasil kutipan parkir jelas tidak pernah di setorkan ke kas daerah sebagai PAD, dan bila malam hari sebagai tempat kencan maupun tempat para pemakai narkoba, lihat saja disitu banyak bekas kantong plastik klip yang berserakan,"ungkapnya.
Secara terpisah Kepala dinas Pendidikan kabupaten Asahan drs.Sofyan MPd yang dikonfirmasi melalui Pardamean Sitorus SPd selaku Pejabat Pengelola Informasi daerah (PPID) melalui selularnya, Rabu (13/2/2019) mengatahui bari kali ini dan dirinya bersama Kepala Dinas Pendidikan juga telah melakukan check kelokasi serta mempertanyakan kepada Kepala sekolah SMPN 2 terkait hal tersebut, dan jawaban kepala sekolah tersebut tidak mengetahui fungsi dan kegunaan gedung tersebut.
Namun demikian Kepala dinas Pendidikan akan segera mengoptimalkan fungsi gedung tersebut dengan melakukan lobby lobby kepada pihak rekanan yang selama ini memasok buku ke Dinas, untuk dapat mengisi outlet, gerai dan atau kios tersebut dengan mengisi buku buku bacaan serta buku buku referensi yang nantinya dapat sebagai bahan tambahan ilmu anak sekolah maupun masyarakat lainnya.
"insyaallah di bulan Maret 2019 mendatang outlet tersebut sudah dapat berfungsi sebagaimana mestinya, dan masyarakat juga akan dapat menikmati dari kegunaan gedung tersebut,meski sudah lama tidak berfungsi, dan juga direncanakan di samping untuk kepentingan dunia pendidikan tidak menutup kemungkinan juga akan di adakan kantin sebagai sarana penunjang," pungkasnya. (mtc/ben)