Senin, 17 Agustus 2026 WIB
15 TAHUN NANYANG ZHI HUI

Pendidikan Memanusiakan Manusia Berkarakter dan Berbudi Pekerti Luhur

- Jumat, 11 Mei 2018 11:07 WIB
Pendidikan Memanusiakan Manusia Berkarakter dan Berbudi Pekerti Luhur
Matatelinga/James P Pardede
Penampilan peserta didik dalam acara 15 tahun Nanyang Zhi Hui Medan
MATATELINGA, Medan : Kemakmuran dan kesejahteraan suatu bangsa bukan ditentukan oleh kekayaan potensi alam atau kekuatan militer, melainkan pada pemimpin dan generasi penerus yang berkarakter dan berbudi pekerti yang luhur.

Merencanakan masa depan bangsa yang maju salah satu upayanya adalah dengan membangun sektor pendidikan ke arah yang lebih baik dan lebih maju. Kesadaran inilah yang mengawali berdirinya Sekolah Nanyang Zhi Hui Medan.


Seperti disampaikan Kepala Sekolah Nanyang Zhi Hui Ir. Lindawaty Roesli, M.Pd didampingi Ketua Panitia Jenny, S.Kom pada acara HUT ke-15 Nanyang Zhi Hui di Hotel Santika Medan, Kamis (10/5) tanpa terasa waktu berjalan sangat cepat dan tahun ini Sekolah Nanyang Zhi Hui genap berusia 15 tahun, dan generasi yang dididik adalah generasi Z (lahir tahun 1995-2010) serta akan menuju mendidik generasi terbaru yaitu Generasi Alpa (lahir tahun 2011-2025). 

"Generasi Z adalah generasi internet di mana anak cenderung egosentris, invidualis, tidak sabar/menginginkan sesuatu dengan serba instan, kurang dalam komunikasi verbal, tidak menghargai proses. Hal ini akan berpengaruh kepada kecerdasan emosionalnya," kata Lindawaty Roesli.


Untuk menyikapi hal tersebut di atas, sejak berdirinya sekolah Nanyang telah mengaplikasikan dan menekankan pada pendidikan nilai-nilai kemanusiaan, pendidikan memanusiakan manusia sebagai pondasi yang perlu ditanamkan pada setiap murid.

Sekolah Nanyang mengawali kiprahnya di dunia pendidikan pada 2003 dengan membuka Sekolah Dasar kelas 1 dan 2. Sekolah yang awalnya berlokasi di Jalan Abdullah Lubis Medan (tepat di seberang bangunan saat ini). Nanyang membuka tahun ajaran baru dengan dengan jumlah peserta didik 27 orang. 


Seiring dengan semakin bertambahnya jumlah peserta didik, lanjut Lindawaty mulai 2006 Sekolah Nanyang Zhi Hui menempati gedung baru dan lokasinya tetap berada di Jalan Abdullah Lubis Medan. Setelah pindah ke gedung yang sekarang,. Nanyang mulai membuka berbagai tingkat pendidikan mulai dari Playgroup sampai Senior High School (SMA). 

Pemotongan kue ulang tahun yang ke-15 dilakukan oleh Gubsu HT Erry Nuradi didampingi Bupati Sergai Soekirman, Konsul Kehormatan Belanda, Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah Nanyang Zhi Hui Lindawaty Roesli

Dengan dibukanya berbagai tingkat pendidikan tidak lantas membuat jumlah peserta didik  Sekolah Nanyang langsung melesat. Sampai saat ini Sekolah Nanyang hanya memiliki siswa sebanyak 555 orang. Ini karena sekolah tetap berfokus pada kualitas pendidikan itu sendiri dan bukan pada kuantitasnya. Dalam perjalanannya sampai sekarang, sekolah juga mengalami tantangan terutama dalam meyakinkan masyarakat yang tinggal di dekat sekolah.


"Dalam upaya mencerdaskan anak bangsa, kedisiplinan dan peraturan sekolah dijalankan secara konsisten dengan mengutamakan pendidikan nilai-nilai kemanusiaan, pembentukan karakter, serta pembekalan kecakapan hidup dan kecakapan sosial," paparnya.

Untuk pembentukan watak sekaligus meningkatkan konsentrasi belajar melalui perkembangan otak kiri dan kanan yang seimbang, peserta didik mengikuti senam otak (brain gym), senam semesta, mempraktikkan latihan napas masuk, napas keluar (breath in, breath out) setiap kali terdengar bel dan lonceng, dan latihan duduk diam (silent sitting). Khusus untuk latihan duduk diam dikemas dalam morning assembly yang dilakukan setiap Selasa sampai Jumat. Morning assembly dibawakan secara bergiliran oleh anggota House.


Dua tahun belakangan ini, kata Lindawaty sekolah Nanyang menerapkan sistem pembagian peserta didik dan guru ke dalam lima kelompok atau yang disebut dengan House. Masing-masing House adalah House of Truth, House of Right Conduct, House of Peace, House of Love, dan House of Non Violence. Nama Houses ini diambil dari lima nilai pokok kemanusiaan yang selaras dengan visi dan misi sekolah.

Selain pembentukan watak dan materi kecakapan hidup, kecakapan sosial juga diberikan dan dipertimbangkan sedemikian rupa. Sekolah Nanyang meramu kurikulum nasional yang telah diperkaya dengan perspektif kurikulum internasional lalu mengintegrasikannya secara harmonis dengan falsafah pendidikan timur dan teknologi ilmiah barat. Di samping materi ilmu pengetahuan, para peserta didik juga dibekali dengan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang terbagi atas tiga bidang besar, yaitu olahraga, kesenian, serta sains dan teknologi.


"Segala kegiatan siswa tersebut pun didukung dengan kelengkapan fasilitas yang dimiliki sekolah. Sampai saat ini, Sekolah Nanyang Zhi Hui telah memiliki auditorium, perpustakaan, lapangan futsal dan bulu tangkis, ruang-ruang untuk pelajaran alat musik, laboratorium komputer dan sains, mushola, taman sekolah, dan aula," tuturnya.

Sekolah juga melakukan berbagai seminar dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi para guru, seperti pelatihan Day of Mindfulness, pelatihan pengintegrasian nilai-nilai pokok kemanusiaan ke dalam pembelajaran, serta berbagai pelatihan yang berhubungan dengan pengembangan kurikulum dan teknologi.


Lindawaty menambahkan, berkat kerja keras dan komitmen dari seluruh elemen (guru, staf, orangtua, dan siswa), berbagai prestasi yang membanggakan berhasil diraih siswa mulai dari tingkat nasional sampai lokal. Tidak sampai di situ, para alumni Sekolah Nanyang pun berhasil masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbaik di Indonesia dan perguruan tinggi di luar negeri.
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru