Selasa, 27 Oktober 2026 WIB

Kongres VI FTA KSBSI Tunjuk Effendi Lubis Sebagai Ketua Umum

- Minggu, 13 Agustus 2017 18:45 WIB
Kongres VI FTA KSBSI Tunjuk Effendi Lubis Sebagai Ketua Umum
(Mtc/Fae)
Meski sempat diwarnai aksi unjuk rasa pada Sabtu (12/8/2017) kemarin, Kongres VI Federasi Transportasi, Industri Umum dan Angkutan (FTA), Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) di Hote Grand Antares Medan berjalan lancar dan sukses. Kongres
MATATELINGA, Medan: Meski sempat diwarnai aksi unjuk rasa pada Sabtu (12/8/2017) kemarin, Kongres VI Federasi Transportasi, Industri Umum dan Angkutan (FTA), Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) di Hote Grand Antares Medan berjalan lancar dan sukses. Kongres itu juga menunjuk Effendi Lubis dan Ahmad Zulfikar masing-masing sebagai Ketua Umum dan Sekretaris Umum.

"Kongres kita sukses kita gelar. Dan kita tidak bubar, karena dalam even kongres kita ada banyak keterlibatan pemerintah yang memberikan dukungan dalam hal ini. Dan Kepala Dinas dari tenaga kerja mewakili Gubsu datang memberikan apresiasi ke kita. Jika ada aksi unjukrasa kemarin dari SBSI pimpinan dari Muktar maka itu kita sebut aksi demokrasi,"ucap Deputi Presiden KSBSI Jakarta, Parulian Sianturi, Minggu (13/8).

Dia menegaskan KSBSI tetap eksis dengan suksesnya digelar kongres ke VI tahun ini. Maka KSBSI tetap seperti biasa. Apalagi sudah ada terpilih ketua umum baru.

"Kita tetap berdiri dan tidak ada penutupan apapun dalam KSBSI. Karena kita patuh hukum, jika hukum yang menutup maka kita terima, tapi jika pihak lain yang menutup paksa maka kami akan lawan,"bebernya.

Sementara itu, Ketua umum terpilih, Effendi Lubis mengatakan pihaknya akan mengambil proses hukum atas aksi unjukrasa yang ada mencoret bendera pihaknya. Dimana itu sudah mencoreng nama baik pihak KSBSI.

"Kita akan ambil upaya hukum atas aksi kemarin. Kita akan laporkan itu di Jakarta nanti,"ungkapnya.

Menurutnya, terkait putusan MA No378 tahun 2016 soal logo, mars, dan tri darma SBSI itu masih dalam proses pengaduan di pengadilan niaga Jakarta Pusat.

"Kita masih ajukan di pengadilan niaga terkait logo. Dan jika nanti hasil nya seperti apa maka kita akan patuhi putusan tersebut nantinya,"pungkasnya.

Seperti diketahui, Puluhan massa buruh dari SBSI pimpinan Muktar Pakpahan membubarkan kongres yang digelar digelar di Hotel Grand Antares Medan, Sabtu (12/8). Koodinator Wilayah SBSI Sumut Nicolas Sutrisman, mengatakan, SBSI pimpinan Muktar Pakpahan keberatan dengan penggunaan nama SBSI pada FTA KSBI.

Sebab, kata Nicolas, sesuai keputusan Mahkamah Agung Nomor 378 Tahun 2015 Tentang Melarang KSBSI dan federasinya menggunakan nama SBSI,logo dan Mars SBSI. "Kami tidak keberatan mereka berserikat. Namun, keberatan kami jika mereka menggunakan nama SBSI karena sudah keputusan Mahkamah Agung," kata Nicolas.

Sebelum membubarkan Kongres FTA KSBSI, massa SBSI Muktar Pakpahan melaporkan peserta kongres ke Polda Sumatera Utara. "Karena peserta kongres tersebut melawan putusan MA makanya kami laporkan sekaligus memberi informasi ke polisi tentang Putusan MA Nomor 378 itu," ujar Nicolas. (Mtc/fae)
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru