MATATELINGA, Medan: Meninggalkan anak-istri dan keluarga. Risiko ini merupakan salah satu janji prajurit. Rela berkorban demi negara dan bangsa. Tanpa pamrih bekerja demi satu tujuan kesejahteraan rakyatnya.
Ya, begitulah disampaikan Plh Pasi Intel, Kapten Kav Prima Wahyudi kepada jurnalis via pesan elektronik menyikapi berakhirnya masa tugas TMMD ke-99 Kodim 0201/BS di Sicanang Belawan. "Ini risiko sebagai aparatur negara. Dan sebelum kita diangkat jadi prajurit lebih dahulu harus mematuhi janji tugas dan tanggung jawab," katanya, Senin (1/8/2017).
Selama bertugas di Sicanang Belawan, kata Kapten Kav Prima Wahyudi, seluruh prajurit tinggal di rumah warga sana. Tak jarang prajurit menganggap bahwa tempat mereka menginap dijadikan sebagai orangtua asuh. "Ya, seperti anak sama bapak aja kami anggap. Mereka (tempat tinggal prajurit) adalah orangtua kami sebagaimana kami menghormati orangtua kandung kami," sebutnya.
Diakui Kapten Kav Prima Wahyudi, sebulan ini meninggal keluarga, anak dan istri. Tak ada waktu istirahat, bercengkrama dengan keluarga atau mengisi waktu rekreasi. Semuanya bekerja untuk kemajuan rakyat.
"Kami bagian dari rakyat, kami harus berjuang untuk rakyat. Hidup dan mati untuk rakyat dan bangsa. Inilah kehidupan seorang tentara," tandasnya.