Kata Warga, Apeng Melawan Polisi & Kabur Tangan Terborgol
- Minggu, 23 Juli 2017 08:51 WIB
google/net
Ilustrasi
MATATELINGA, Medan: Kerap dipanggil Apeng. Tinggal di Jalan Medio Utomo Pasar 2, Lorong Ikhlas, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan. Seharinya nganggur. Untuk menghidupi keluarga terpaksa dagang narkoba.
Bahkan, kata warga di sana, Apeng juga disebut-sebut bandar narkoba. Karena Apeng yang punya tubuh gaboh itu dikenal licin, alhasil petugas coba melakukan penyelidikan. Dan, infonya diperoleh, Sabtu (22/7/2017), kemarin itu rumah Apeng digrebek petugas.
Pun belum diketahui petugas itu dari sektor kepolisian mana, namun pastinya rumah Apeng dirangsek polisi. Ya, saat itu polisi meringkus Apeng. Tangannya diborgol. Hanya saja, Apeng yang seolah tak ikhlas dibawa ke kantor polisi, coba melakukan perlawanan. Dengan tubuh gaboh dan gempal, Apeng menendang sang polisi.
Tersungkur, terjatuh dan Apeng pun berhasil kabur dengan kondisi tangan terborgol. Bahkan untuk mengelabui pelariannya, Apeng berteriak maling hingga membuat warga heboh di sekitar tempat tinggalnya. "Ya, bang, dia (Apeng) memang bandar sabu. Jadi pas polisi menangkapnya, dia melawan dan menendang polisi," sebut warga inisial S kepada wartawan.
Anehnya, Kepala Lingkungan XI, Kelurahan Tegal Rejo, Kecamatan Medan Perjuangan bernama Hasanuddin Siregar malah tak peduli. Padahal rumah Apeng hanya berjarak empat rumah kepling.
"Itulah yang kami sesalkan, kenapa kepling kami ini enggak peka dengan lingkungannya sendiri. Semua warga sini sudah tahu kalau rumah Apeng itu dijadikan lapak buat nyabu. Perlu juga dilaporkan ke camatnya itu," timpal warga lain.