MEDAN - Matatelinga: Gara gara penggalian drainase oleh pemeneng tender proyek Pemko Medan seputaran Jl Amal Medan Kec. Medan Sunggal, hambruk, Minggu (15/1/2017). Dalam insiden tersebut, tidak ada korban jiwa, melainkan menimpa dua rumah toko indomaret.
Pantauan Waspada dilokasi pengerjaan proyek Drainase sepanjang Jl Amal Medan ini sudah lama berlangsung oleh pemborong, untuk mengantisipasi banjir. Tetapi, pihak pemenang, tidak mengabaikan dengan kondisi pohon pohon yang berdekan pengerjaan proyek.
Selain itu, pihak pemborong, membiarkan tanah bekas hasil penggalian yang tak kunjung diangkat, oleh pemborong, sehingga para penggun arus lalu lintas melajunya tersendat.
Salah seorang pemilik Ruko terkena pohon yang ambruk bernama Pinem Mandiri pada Wartawan mengatakan, terjadi tumbangnya pohon tersebut, karena proyek penggalian drainase ini.
Dirinya juga mengaku bahwa ini ulah pekerja proyek penggalian drainase. " ini ulah pekerja drainase bang, dikeroknya paret yang dekat pohon terlalu dalam, sehingga pohon tak ada penyangga jadinya tumbang. " akunya dengan nada kesal.
Saat ini pihaknya sudah menghubungi dinas yang terkait ingin meminta pertanggungjawaban. " tadi aku sudah hubungi sama pihak dinas pertamanan, tapi disuruh ngurus claim besok, soalnya ini hari minggu. Sekalian besok mau minta penjelasan kepada mandor penggalian drainase ini, hari ini mereka libur." akunya lagi.
Sementara itu, staf pegawai indomaret mengatakan pihaknya sudah mengurus masalah pohon tumbang yang mengenai sebagian ruko indomaret. "Udah diurus sama atasan semua bang." Ujarnya.
Terpisah Kadis permanan dihubungi selular teleponnya, belum benerima laporan dengan adanya pohon tumbang seputaran Jalan Amal Medan. "Biasanya, kalau ada pohon tumbang, pihak Kelurahan maupun kecamatan memberitahukan padanya. Tapi, itupun kita cek kebenaranya, akunya.