Rabu, 14 Oktober 2026 WIB

Pangdam I Bukit Barisan Ajak Kader MPI Tidak Terpancing Isu Penistaan Agama

Admin - Selasa, 22 November 2016 20:41 WIB
Pangdam I Bukit Barisan Ajak Kader MPI Tidak Terpancing Isu Penistaan Agama
Matatelinga.com
Matatelinga.com - Panglima Kodam I Bukit Barisan Mayjen TNI Lodewyk Pusung mengajak seluruh kader Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Sumatera Utara agar tidak terpancing dalam penistaan agama yang saat ini sedang diperbincangkan publik. Pangdam juga meminta seluruh kader MPI agar menjaga ke Bhinnekaan dan tidak terpecah belah.

Hal itu dikatakan Mayjen TNI Lodewyk Pusung saat menghadiri acara hari jadi Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Sumut ke sembilan di Jalan Alfalah Medan, Selasa (22/11/2016) siang. Dikatakannya, MPI adalah organisasi yang sudah hadir di seluruh Indonesia karenanya mesti bijak menyikapi semua isu. "Maka itu saya mengajak seluruh kader agar jangan terikut dalam kasus yang saat ini lagi hangat diperbincangkan oleh publik. Kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok misalnya.

Kita percayakan kasus ini diselesaikan seadil-adilnya oleh penyidik Polri. Begitu juga dengan Bhinneka Tunggal Ika kita. Jangan sampai terpecah belah dalam berbagai macam masalah di Indonesia," kata Lodewyk.



"Organisasi ini berazaskan Pancasila. Saat ini banyak bermunculan aliran-aliran yang sudah dilarang di Indonesia. Saya menaruh harapan besar karena kami TNI tidak ikut-ikutan. Tapi MPI berada di depan untuk menunjukkan eksistensinya. Terus terang akhir-akhir ini banyak berhembus hal-hal yang dilakukan oknum yang ingin Indonesia terpecah. Saya harap MPI bisa mewaspadainya," terang Pusung.

Dia juga menambahkan kasus-kasus yang berkembang saat ini. Diantaranya masalah narkoba dan teroris yang harus dilawan bersama-sama.



Sementara Ketua DPP Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) Sumut Meherban Shah menyebutkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan Partai Korupsi Indonesia (PKI) adalah musuh abadi organisasinya. Mereka tidak terstruktur tapi bertindak secara teratur. "Musuh abadi kita adalah PKI dan para koruptor.

Seandainya aparat penegak hukum ini diam, kami akan maju untuk melawan komunis dan korupsi. Kami enggak akan  tinggal diam melihat adanya kelompok yang merongrong. Kader-kader juga jangan bodoh. Mental jangan dibawah bandar narkoba. Kita bodoh dan tolol kalau tidak menghajar kelompok-kelompok yang menginginkan pancasial hancur," tutur Meherban Shah.


(Mtc)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru