Matatelinga.com, Ratusan massa yang didominasi siswa-siswi SD, SMP dan SMA
mengatasnamakan Forum Komunitas Masyarakat Pinggiran Rel (FKMPR) kota
Medan mengajak melakukan unjuk rasa ke kantor Walikota Medan di Jalan Kapten Maulana
Lubis Medan, Senin (14/3/2016) siang.
Massa berunjukrasa menuntut
komitmen pemerintah Kota Medan untuk merelokasi masyarakat yang tinggal
di pinggiran rel.
Dengan membawa spanduk bertuliskan tuntutan
kepada pihak PT Kereta Api Indonesia, massa meminta kepada Walikota
Medan agar rencana penggusuran masyarakat yang menetap di pinggiran rel
agar dibatalkan. Menurut mereka, pembangunan jalur untuk kereta cepat
akan menyebabkan 673 kepala keluarga akan kehilangan tempat tinggal.
"Akibat
sterilisasi yang dilakukan PT KAI, ribuan warga kehilangan mata
pencaharian dan ratusan anak-anak akan terganggu pendidikannya. Untuk
itu, kami menuntut komitmen pemerintah Kota Medan untuk merelokasi
seluruh masyarakat yang tinggal di pinggiran rel secara tertulis diatas
materai," teriak koordinator aksi.
Ratusan massa juga mengutuk
keterlibatan aparat TNI, Polri, Satpol PP dan pihak-pihak lain yang
melakukan tindakan intimidasi terhadap masyarakat dan meminta
menghentikan seluruh tindakan intimidasi sebelum adanya solusi dari
Pemko Medan.
"Kami juga menuntut tindakan konkret DPRD kota Medan
dalam memperjuangkan aspirasi rakyat pinggiran rel yang menjadi
korban-korban pembangunan. Relokasi harga mati, Pemko Medan harus segera
bertindak jangan menutup mata," teriak massa.
Hingga kini,
ratusan massa masih melakukan aksi di depan kantor Walikota dan meminta
agar Walikota Medan Drs T Dzulmi Eldin menjawab aspirasi mereka dan
merealisasikan tuntutan massa.
(Mtc)