Matatelinga.com, Sedang menunggu kelahiran bayi, Pelni ,32, warga Jalan Pelita I, Lorong Gino, Kecamatan Perjuangan, bukan mendapat kasih sayang oleh suaminya, seperti istri yang lain. Ini kebalikannya, korban diniaya suaminya HS, hingga tak tahan dan membuat pengaduan ke Polsek Medan Timur, Selasa (23/2/2016).
Pengakuan korban pada petugas SPKT Polsek Medan Timur, selama dua tahun belakangan ini ia kerap
disiksa oleh sang suami karena masalah ekonomi.
"Suami ku itu dua
tahun belakangan ini berubah bang. Dia (Hendrik) kerap menyiksa ku asal
diminta uang dapur," ujarnya.
Diungkapkan Mak Ocah panggil sehari-hari Pelin, selama mengandung anak ketiga suami terus menyiksa dirinya.
"Bagaiman aku enggak kesal bang suami ku itu ngasih uang dapur Rp 100 ribu
untuk tiga hari. Nah, saat aku bilang uang itu kurang dia langsung
menyiksa ku," ungkapnya yang mengaku sudah memiliki dua anak selama
menjalin hubungan mahligai dengan suaminya sejak tahun 2008 silam.
Ibu
rumah tangga ini, menuturkan suami harinya bekerja sebagai penarik
becak bermotor (pabetor). Namun uang hasil dari menarik becak digunakan
untuk minum tuak.
"Suami ku belakangan ini kerap minum tuak
bang. Sehingga uang setoran untuk biaya anak-anakku tidak pernah cukup,"
tutur Pelin sembari berurai air mata.
Disinggung mengenai kenapa
tidak bercerai, dijelaskan Pelin, ia tidak ingin berpisah dengan suami
karena kondisi anak-anak yang masih kecil.
"Kalau aku cerai
dengan suami ku siapa yang biayai anak-anaku itu bang. Anak ku masih
kecil-kecil. Nah, dia lah yang menjadi tulang punggung keluarga selama
ini," jelasnya.
"Aku kemari hanya ingin mengadu kepada polisi supaya mereka menjumpai suami ku untuk tidak menyiksaku," terang Perlin kembali.
Kapolsek
Medan Timur, Kompol Bernard M, melalui Kanit Reskrim Polsek Medan
Timur, Iptu Ucox P Nugraha, masih menyelidiki kasus kekerasan dalam
rumah tangga (KDRT) tersebut.