Matatelinga.com, Seorang pegawai Badan Kepegawaian Negara (BKN) Provinsi Sumut, TSCS ,37, dilaporkan ke Polsek Medan Barat lantaran menggelapkan mobil milik JM Siringriong ,69, warga Jalan Karya Dame No 40 Kelurahan Karang Barombak Medan Barat.
Menurut anak korban, A Siringoringo, mengatakan, kasus penggelapan itu berawal saat pelaku warga Jalan Karya Gang Sehati Kelurahan Karang Berombak Medan Barat mendatangi rumah korban untuk merental mobil inova warna hitam BK 1895 LG. Karena sudah kenal lama dan telah dianggap seperti saudara, korban memberikan mobilnya untuk diretal oleh pelaku.
"Si Timbul datang ke rumah pada tanggal 12 September 2015 untuk merental mobil. Dalam sepakatan Timbul merental selama 4 hari. Uang rental belum dibayar karena sudah kenal jadi belakangan aja rencananya dibayar," sebutnya.
Namun setelah ditunggu hingga seminggu, TSCS tak kunjung datang untuk mengembalikan mobil yang dirental itu. "Janji cuma empat hari, ternyata sudah seminggu tak kunjung kembali," terang dia.
Pihak keluarga korban pun mencoba mencari keberadaan TSCS hingga ke tempat pekerjaannya yang berada di Jalan Pinang Baris Medan. "Keluarganya tidak perduli dan tidak tahu keberadaan Timbul, terus kami cari ke tempat kerjanya tapi tak ada juga dan kawan-kawan kerjanya bilang sudah beberapa hari tak masuk tugas," sebutnya.
Saat pencarian pelaku itu, ternyata JM Siringoringo bertemu dengan korban lainnya. "Ketemu dengan korban lainnya, rupanya bukan mobil kami aja yang dilarikannya," terangnya.
Setelah ditunggu-tunggu, tepat pada tanggal 1 Oktober 2015, korban didampingi keluarganya pun akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Medan Barat dengan nomor STTLP 227/X/2015/SPKT/Resta Medan/Sek Medan Barat.
Ternyata, lanjut dia, korban dari pegawai BKN Provinsi Sumut itu bukan hanya JM Siringoringo melainkan ada beberapa orang yang masih tetangga pelaku sendiri. Diantara korban itu yakni Panjaitan warga Jalan Karya Gang Adil Dalam Kelurahan Karang Berombak Medan Barat, P Simaremare warga warga Jalan Karya Gang Adil Dalam Kelurahan Karang Berombak Medan Barat, Pasaribu warga Jalan Rukun Kelurahan Karang Berombak Medan Barat dan Hutapea warga Jalan Rukun Kelurahan Karang Berombak Medan Barat.
"Korban yang lain mobil avanza dan hanya kami yang mobil inova, sebagian korban ada juga yang sudah buat laporan. Modus Timbul sama semua pura-pura merental mobil dengan alasan kepentingan tugas," tuturnya.
Dia menambahkan, kasus ini sengaja dilaporkan agar tidak ada lagi korban-korban lainnya. "Biar aja dia ditangkap, dan biar jangan ada lagi korban-korban lainnya. Saya dengar korban lain sudah banyak bukan hanya kami saja," ucapnya.
Sementara itu, Kapolsek Medan Barat Kompol Siswandi ketika dikonfirmasi terkait kasus ini mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Coba tanya Kanit, soalnya Kanit yang biasanya melakukan penyelidikan," kata Siswandi.
(Mtc)