MATATELINGA,Tanjungbalai: Di tengah luka mendalam akibat dugaan pelecehan seksual yang mengundang perhatian publik hingga menjadi sorotan nasional, secercah harapan hadir bagi seorang anak yatim piatu di Kota Tanjungbalai. Sabtu (1/8/2026), Tim Ayah Yatim Indonesia (AYI) mendatangi kediaman korban untuk memberikan beasiswa pendidikan sekaligus dukungan moril agar tetap memiliki semangat meraih cita-cita.
Kunjungan tersebut menjadi bukti bahwa di tengah derasnya perhatian terhadap kasus hukum, masa depan dan pendidikan korban tidak boleh terabaikan. AYI menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi anak-anak yatim yang membutuhkan perlindungan dan kesempatan melanjutkan pendidikan.
Melalui sambungan video call, Direktur AYI memberikan motivasi kepada korban agar tetap kuat, tidak takut kembali bersekolah, dan terus percaya bahwa masa depannya masih terbentang luas. Ia juga menegaskan bahwa proses hukum sepenuhnya diserahkan kepada aparat penegak hukum, sembari berharap pelaku dijatuhi hukuman yang setimpal sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Fokuslah belajar dan jangan pernah kehilangan harapan. Semoga beasiswa ini dapat membantu memenuhi kebutuhan sekolah dan menjadi penyemangat untuk terus melangkah," ujar Direktur AYI.
Dengan penuh haru, korban menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian serta bantuan yang diberikan. Dukungan tersebut diharapkan mampu mengembalikan kepercayaan diri korban untuk kembali menjalani kehidupan dan mengejar pendidikan.
AYI berharap kepedulian masyarakat tidak berhenti pada viralnya sebuah kasus, tetapi terus diwujudkan melalui aksi nyata dalam melindungi, mendampingi, dan memastikan setiap anak mendapatkan haknya atas pendidikan dan masa depan yang lebih baik.(EWS)