Berdasarkan keterangan awal, pelaku mendatangi korban untuk mempertanyakan unggahan di media sosial Facebook yang diduga menyinggung dirinya.
Sehingga antara korban dengan di duga pelaku saling adu mulut hingga berujung pada aksi penyerangan secara brutal.
Menindaklanjuti laporan warga, personel Polres Tebingtinggi bersama Polsek Rambutan langsung turun ke lokasi kejadian.
"Petugas dengan sigap melakukan cek TKP, mengamankan area dengan garis polisi, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi. Dan saat ini jajaran Polres Tebingtinggi tengah memburu pelaku tersebut," ujar Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi, AKP Budi Sihombing,S.H dalam keterangannya, Rabu (15/04/2026).
Tim Inafis Polres Tebingtinggi juga turut melakukan identifikasi korban di lokasi. Selanjutnya, korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tebingtinggi untuk keperluan visum et repertum (VER).
Meskipun korban sempat mendapatkan pertolongan dari warga dan dilarikan ke rumah sakit,
nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan.
Saat ini, Polres Tebingtinggi terus melakukan penyelidikan intensif serta memburu pelaku yang diketahui melarikan diri usai kejadian. Kasus ini telah ditangani oleh Sat Reskrim guna mengungkap motif serta memastikan pelaku segera ditangkap.
Dengan tegas Polres Tebingtinggi menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui keberadaan pelaku, dan juga kepada pelaku agar menyerahkan diri kepada kepolisian.
Ternyata berdasarkan profil facebooknya korban, terlihat kalau korban lahir tepat tanggal 14 April 1983, sehingga dapat di simpulkan kematian korban tepat di hari kelahirannya pada tanggal 14 April 2026