MATATELINGA, Mandailing Natal : Di tengah sorotan publik, pengelola atau dapur pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Kecamatan Bukit Malintang akhirnya angkat bicara terkait dugaan pelanggaran standar operasional prosedur penggunaan air dalam aktivitas dapur.
Melalui pesan WhatsApp, pengelola menjelaskan bahwa pencucian bahan makanan seperti beras dan sayuran hingga proses memasak nasi dilakukan menggunakan air galon. Sementara itu, pencucian ompreng disebut menggunakan air PDAM atau air sumur yang dinilai layak pakai.
Pengelola MBG Bukit Malintang juga mengakui adanya kelalaian di lapangan yang dilakukan oleh asisten lapangan. Kelalaian tersebut disebut langsung ditindaklanjuti oleh manajemen dapur setelah diketahui.
"Untuk pencucian bahan makanan sampai memasak nasi digunakan air galon. Kemarin itu kelalaian aslap langsung kami ambil tindakan," tulis pengelola MBG Bukit Malintang.
Baca Juga:
Sebagai langkah evaluasi dan perbaikan, pengelola mengaku telah meminta surat keterangan kelayakan penggunaan air galon dari pihak penyedia air galon yang selama ini digunakan dalam operasional dapur
MBG.
Namun demikian, klarifikasi pengelola tersebut berbanding terbalik dengan keterangan Kepala Puskesmas Bukit Malintang. Ia menyatakan pihak Puskesmas tidak pernah dilibatkan secara resmi sejak awal pelaksanaan Program MBG di wilayah tersebut.
Meski hanya menerima surat pemberitahuan menjelang peluncuran program, Puskesmas tetap menghadiri kegiatan launching MBG bersama Camat Bukit Malintang sebagai bentuk tanggung jawab institusional terhadap kesehatan masyarakat.