Sabtu, 04 Juli 2026 WIB

Aliansi Gabungan Ormas dan Ormawa Desak Kejari Madina Periksa Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Madina

Magrifatulloh - Minggu, 01 Februari 2026 13:05 WIB
Aliansi Gabungan Ormas dan Ormawa Desak Kejari Madina Periksa Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Madina
Matatelinga/Istimewa
Aliansi Gabungan Ormas dan Ormawa Desak Kejari Madina Periksa Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Madina

MATATELINGA, Mandailing Natal : Aliansi Mahasiswa dan Pemuda Mandailing Natal Anti Korupsi (AMP-MANDAKOR) adalah Gabungan Organisasi Kepemudaan dan Organisasi Mahasiswa antara lain dari Organisasi Kepemudaan, Markas Cabang Laskar Merah Putih ( LMP ) Kabupaten Mandailing Natal sebagai Ketua Andris Sumarlin ,Dewan Perwakilan Daerah Pemuda Lira Kabupaten Mandailing Natal, Ketua Asron Nasution dan IMA Madina Pekanbaru dengan Ketua Gusti Pardamean Nasution dan AMP2K Kabupaten Mandailing Natal, Ketua Pajarur Rohman sekaligus sebagai Kordum.

Aliansi AMP-MANDAKOR Kabupaten Mandailing Natal akan menggelar aksi unjuk rasa damai, Rabu (4/2/2026) di Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Mandailing Natal dan Kantor Bupati Kabupaten Mandailing Natal.

"Kami akan menyampaikan tuntutan terkait Program pada Bidang Sarana Prasana Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal dan Beberapa Dugaan Terkait Bidang Lainnya," kata Andris kepada Matatelinga, Sabtu (31/1/2026).

Kordinator aksi Andris menyampaikan Aliansi AMP-MANDAKOR akan mengawal seluruh tuntutan, karena ini menyangkut masa depan pendidikan anak di Kabupaten Mandailing Natal.

Baca Juga:

"Kami berharap Kejari Madina bisa menjadikan orasi kami nantinya pada saat unjuk rasa di depan Kantor Kejari Madina sebagai bahan dan langkah awal melakukan penyelidikan terkait seluruh anggaran tahun 202 pada Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal dan kami mendesak Bupati Kabupaten Mandailing Natal Untuk mengevaluasi Kabid Dikdas Riswan Halim Batubara terkait dugaan tidak tanggungjawab terhadap jabatannya," paparnya.

Lebih lanjut Andris menyampaikan bahwa Kabid Dikdas juga sekaligus sebagai PPK dalam beberapa pekerjaan di Dinas Pendidikan Kab. Madina.

"Kita melihat ada pekerjaan yang tidak selesai tepat waktu sesuai kontrak. Diduga, pekerjaan tersebut tidak selesai tepat waktu karena kelalaian dalam jabatan dan kurangnya pengawasan,tandas Andris.

Editor
: James Pardede
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Pererat Sinergi Antar Instansi, Pinca BRI Panyabingan Silaturahmi ke Polres Madina
Laporan Dugaan Penganiayaan Mandek 10 Bulan, SATMA AMPI Madina Minta Kapolres Baru Turun Tangan
Komisi Informasi Sumut Kabulkan Sengketa, Dua Kades Madina Wajib Buka APBDes dan SPJ
Kejati Sumut Tahan PPK PUPR Terkait Dugaan Korupsi Penataan Kawasan Wisata Waterfront City Pangururan dan Tele TA 2022
Dewan Pembina IMAKOR-SUMUT: Ada Apa dengan Proyek PUTR Labura?
Tegas! Kanwil Sumut Pindahkan Napi Kasus Korupsi ke Pulau Nusakambangan
 
Komentar
 
Berita Terbaru