MATATELINGA, Medan: Sepanjang tahun 2025, angka kejahatan di Kota Medan terbilang masih sangat mengkhawatirkan. Beberapa kawasan di Kota Medan dikenal sangat rawan dengan aksi begal dan perampokan. Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H. beberapa waktu lalu memimpin langsung peluncuran Tim Khusus (Timsus) Patroli JCS Polrestabes Medan di Lapangan Apel Polrestabes Medan.
Kombes Pol Calvijn menjelaskan bahwa Timsus JCS dibentuk sebagai kekuatan respons cepat Polrestabes Medan dalam menghadapi kejahatan jalanan. "Arti dari JCS adalah Jaga, Cegah, Sigap, dengan tujuan deteksi dini dan respon cepat terhadap kejahatan jalanan di wilayah hukum Polrestabes Medan," ucapnya.
Pasca diluncurkannya program JCS ini, aksi pencurian, perampokan, begal dan kejahatan lainnya tidak berkurang, tapi bergeser ke pinggiran seperti Hamparan Perak dan daerah pinggiran kota Medan lainnya. Tim JCS menyisir beberapa ruas jalan yang dianggap sangat rawan di Kota Medan menjadi lebih aman.
Baca Juga:
Persoalan yang kemudian muncul adalah, aksi-aksi kejahatan yang dilakukan oleh 'anak-anak muda' yang sesungguhnya memiliki masa depan yang cerah, tapi terhenti dan terpaksa melakukan aksi-aksi melanggar hukum demi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mirisnya lagi adalah, aksi kejahatan yang mereka lakukan demi untuk menebus atau membeli narkoba.
Aksi-aksi kejahatan yang dilakukan di jalanan sangat erat kaitannya dengan terpaparnya generasi muda kita oleh bujuk rayu para bandar dan pengedar narkoba. Bujuk rayunya sangat 'manis' diawal, dimana generasi muda kita diberikan gratis dulu, kemudian mulai tergiur dan ditawari paket hemat, hingga akhirnya setelah ketergantungan jadi mencari cara untuk mendapatkan uangnya.
Jalan pintas yang ditempuh adalah mencuri, merampok, begal, rayap besi atau aksi-aksi kejahatan lainnya. Ini semua dilakukan sudah dibawah pengaruh narkotika. Tidak ada rasa takut lagi saat melakukan aksi kejahatan. Bahkan, sebagian dari aksi ini dengan berani menghabisi korbannya demi untuk mendapatkan uang.
Operasi dengan sandi Gerebek Sarang Narkoba (GSN) yang dilaksanakan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak guna menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polrestabes Medan.
Tim GSN berhasil mengungkap jaringan narkoba di kawasan Jalan Jermal XV dan menahan 21 orang, 4 diantaranya jadi tersangka.
Kapolrestabes menegaskan bahwa penindakan akan dilakukan secara humanis, namun tetap tegas terhadap pelaku kejahatan narkotika.
Ketua DPRD Medan Drs. Wong Chun Sen, M.PdB menaruh harapan besar kepada Polrestabes Medan dibawah kepemimpinan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak bisa mengurangi atau paling tidak menekan angka kejahatan di Kota Medan.
Baca Juga:
"Tim patroli yang selalu berpatroli di beberapa ruas jalan kota Medan diharapkan dapat menekan angka kejahatan jalanan. Tugas pengamanan dan menciptakan ketertiban sebenarnya bukan hanya tugas Kepolisian atau aparat keamanan lainnya, tapi tanggungjawab dan tugas kita bersama," paparnya.
Mengaktifkan kembali ronda malam, lanjut Wong atau sistem keamanan lingkungan (Siskamling) yang dilakukan secara swadaya oleh masyarakat diharapkan dapat menekan angka kriminalitas dari tingkat lingkungan.
"Peran orang tua, tokoh masyarakat serta tokoh agama sangat menentukan terciptanya ketertiban di lingkungan kita masing-masing. Orang tua harus tegas terhadap anak, tegas dalam arti positif dan mendidik anak lebih memikirkan masa depannya," kata Wong Chun Sen.
Lebih lanjut politisi PDI Perjuangan ini menyampaikan, pada saat menggelar reses di Kecamatan Medan Tembung, tepatnya di Kelurahan Bandar Selamat. Masyarakat mengeluh dan menyampaikan aspirasinya bahwa di daerah mereka juga sangat marak peredaran narkotika. Terkadang, mereka sudah terang-terangan dan tidak ada takutnya lagi.
Permasalahan menciptakan keamanan dan ketertiban di tengah-tengah lingkungan tempat tinggal kita, tidak terlepas dari kebersamaan dan kolaborasi antara masyarakat dengan aparat penegak hukum. Masyarakat yang mengetahui adanya indikasi peredaran narkotika di daerah tempat tinggalnya, agar segera melaporkan ke kepala lingkungan. Apabila tidak digubris, langsung ke apara kepolisian.
"Harapan kita ke depan, aparat kepolisian dan institusi yang berwenang dalam menangani permasalah narkotika ini tidak 'main mata' atau ada upaya untuk menutup-nutupi. Bahaya narkotika tidak hanya merusak satu orang atau dua orang, tapi ratusan bahkan ribuan orang bisa hancur masa depannya hanya karena narkoba," tandas Wong Chun Sen.
Upaya apa pun yang dilakukan aparat kepolisian, tambah Wong apabila tidak didukung oleh seluruh elemen masyarakat akan sulit untuk mewujudkan kota Medan terbebas dari bahaya narkotika. Kata kuncinya adalah mari sama-sama bergandeng tangan untuk mengatakan Narkoba No, Prestasi Yes!.
Baca Juga:
"Generasi muda kita harus dirangkul dan diberi pemahaman tentang bahaya narkotika terhadap masa depannya. Jangan mudah percaya dengan bujuk rayu orang yang baru kenal, bahkan orang yang sudah kita kenal dekat sekali pun perlu kita waspadai agar kita tidak sampai tergoda untuk masuk perangkapnya," tandasnya.