"Itu adalah simbol pemersatu marga Nairasaon. Kami berharap agar Nairasaon segera berkumpul untuk dilakukan revitalisasi perbaikan
Balai Pasogit Datu Pejel" terang Audi Murphy O Sitorus lewat telepon.
Hal yang sama juga diucapkan oleh ketua GMNS (Generasi Muda Nairasaon Sedunia) Leonardo AB. Sitorus S.Hut,
Baca Juga:
"Kita sebagai keturunan pomparan Datu Pejel berharap agar warga Nairasaon untuk tidak menarik hal-hal yang jelek dan dihindari komentar negatif. Saya juga meminta agar jangan menduga hal-hal yang tidak benar. Mudah mudah keturunan Datu Pejel segera berkumpul melakukan perbaikan
Balai Pasogit Datu Pejel," ungkap Leonardo AB. Sitorus.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua 1 DPP PPRN Indonesia, Sahat Butarbutar. Dia menyangkan dan prihatin atas kebakaran tersebut.
"Sangat prihatin dengan kejadian tersebut dan bangunan itu tak bisa diulang karena bangunan itu bangunan bersejarah pemersatu Nairasaon. Mudah-mudahan itu bukan disengaja dan jika itu karena kelalaian harus bisa diusut sampai tuntas . Kalau karena alam ya kita meminta agar keturunan Nairasaon membuat bangunan baru," kata Sahat Butarbutar.
"Apa yang sudah tidak ada agar dikembalikan seperti semula," lanjutnya.
Baca Juga:
Balai Pasogit Datu Pejel yang terbuat dari kayu beratapkan ijuk berukuran 4x4 meter. Bangunan tersebut terletak di Desa Parsaoran Sibisa Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Provinsi Sumatera Utara dan terbakar pada Rabu (24/12/2025) sekira pukul 17.00 Wib sore
Kapolres Toba, AKBP V.J Parapaga Apputua Napitupulu S.I.K, melalui Kapolsek Lumban Julu, AKP RE Sitohang saat di konfirmasi lewat telpon selulernya, Kamis (25/12) membenarkan peristiwa tersebut.
Personel Polsek Lumban Julu Aipda K Butarbutar, SH dan Bripka S Sinukaban, SH langsung mendatangi lokasi usai mendengar kabar kejadian.
Kapolsek menjelaskan, kebakaran terjadi pada Rabu, (24/12/ 2025) sekira pukul 15.30 wib, informasi didapat bahwa hari itu Rabu, 24/12/2025 sekira pukul 13.00 wib, Glen Hutagalung (14) warga Desa Parsaoran Sibisa, masuk ke Balai Pasogit Daru Pejel sambil main hand Phone dimana di lokasi tersebut tersambung Wifi kantor desa Parsaoran Sibisa.
Baca Juga:
Lalu Glen Hutagalung menelepon Johan Gurning (14) warga Desa Parsaoran Sibisa agar datang ke
Balai Pasogit Datu Pejel. Usai menelpon. Johan Gurning pun datang dan mereka bermain Hand phone di dalam
Balai Pasogit Datu Pejel.
Tak beberapa lama mereka pun melihat Rafael Siagian (14) warga Desa Pardamean Sibisa sedang merokok disamping Balai Pasogit Datu Pejel dan disampingnya ada Roberto Sinaga (14) warga Parsaoran Sibisa.
Sekira pukul 15.00 Wib, Rafael Siagian dan Roberto Sinaga pergi dari
Balai Pasogit Datu Pejel.
Setengah jam kemudian, pada pukul 15.30 Wib, Johan Gurning dan Glen Hutagalung melihat api dari atap Balai Pasogit Datu Pejel yang terbuat dari ijuk dan mereka pun keluar dari lokasi itu
Baca Juga:
Dengan cepat api melahap semua bangunan
Balai Pasogit Datu Pejel. Melihat kejadian itu, masyarakat Desa Parsaoran Sibisa pun berdatangan untuk berupaya memadamkan api dengan alat seadanya.
Kapolsek menjelaskan titik api pertama kali muncul di atap yang terbuat dari ijuk yang mudah terbakar.
Akibat kebakaran tersebut, kerugian diperkirakan Rp 100.000.000,-(Seratus Juta Rupiah).
"Saat ini kami sudah mengamankan barang bukti, mencatat saksi-saksi, dan mengamankan TKP, serta memasang garis Polisi di lokasi," ungkap Kapolsek.
Baca Juga:
Penyebab kebakaran
Balai Pasogit Datu Pejel masih dalam penyelidikan.
"Kita belum dapat menyimpulkan sampai saat ini," ujar Kapolsek.