Minggu, 26 April 2026 WIB

Gubernur Sumut Bobby Nasution Pimpin Peringatan Hari Bela Negara 2025

James Pardede - Sabtu, 20 Desember 2025 06:07 WIB
Gubernur Sumut Bobby Nasution Pimpin Peringatan Hari Bela Negara 2025
Matatelinga/Istimewa
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan ke-77 Hari Bela Negara di Halaman Kantor Gubernur Sumut Jalan Diponegoro Kota Medan, Jumat (19/12/2025).

MATATELINGA, Medan : Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menjadi Inspektur Upacara (Irup) pada Upacara Peringatan ke-77 Hari Bela Negara yang digelar di Halaman Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Kota Medan, Jumat (19/12/2025). Pada kesempatan tersebut, Bobby membacakan pidato amanat Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Peringatan Hari Bela Negara tahun ini mengusung tema "Teguhkan Bela Negara untuk Indonesia Maju". Tema tersebut mengingatkan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh rakyat memiliki kesiapsiagaan, disiplin, serta keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

"Saat kita memperingati Hari Bela Negara ke-77, saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tengah diuji oleh bencana alam. Ketiga wilayah ini memiliki peran sejarah yang luar biasa dalam perjalanan Republik, sehingga ujian yang mereka hadapi hari ini adalah panggilan bagi kita semua untuk hadir dan membantu mereka," ucap Bobby saat membacakan amanat Presiden RI.

Pada masa revolusi kemerdekaan, lanjutnya, Aceh dikenal sebagai daerah modal karena dukungan besar rakyatnya, baik logistik, pesawat, maupun dana yang menjadi penopang diplomasi dan perjuangan Republik. Tanpa keteguhan Aceh, perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak akan sekuat yang dikenal saat ini.

Baca Juga:
"Dari Sumatera Utara, kita mengenang semangat juang rakyat Medan Area dan perlawanan heroik di berbagai kota yang tidak pernah padam. Sumatera Utara menjadi salah satu pusat perlawanan terhadap agresi Belanda dan wilayah strategis kesinambungan pemerintahan Republik. Ketangguhan rakyat Sumatera Utara menjadi bagian dari fondasi berdirinya negara kita," sambung Bobby.

Begitu pula di Sumatera Barat, khususnya Bukittinggi, lahir Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) yang menjadi penyelamat Republik pada masa paling kritis. Ketika ibu kota negara diduduki, pemerintahan Republik justru tetap hidup dari Sumatera Barat.

"Karena itu, tanpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sejarah bela negara tidak akan lengkap. Mereka bukan hanya bagian dari perjalanan masa lalu, tetapi fondasi yang menegaskan bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa ini," ujarnya.

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Gubernur Optimis Pendapatan Pemprovsu Lampaui Target
Soft Launching E-Samsat Paten dan  Sumut Go Samsat
Gubernur Sambut Ketua KPU se Indonesia
Mantan Gubernur Sumut Divonis 6 tahun
Menteri Pertahanan & Luar Negeri Singapura Puji  Pembangunan Di Medan
Suap Anggota DPRD, Gubernur Sumut Diperiksa
 
Komentar
 
Berita Terbaru