Minggu, 02 Agustus 2026 WIB

Gubernur Sambut Ketua KPU se Indonesia

Admin - Kamis, 24 November 2016 20:15 WIB
Gubernur Sambut Ketua KPU se Indonesia
Matatelinga.com
Matatelinga.com - Gubernur Sumatera Utara  H T Erry Nuradi menyambut kehadiran Ketua dan Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi seluruh Indonesia di rumah dinas Gubsu Jalan Sudirman No 41 Medan, Rabu (23/11/2016). Dalam acara jamuan makan malam  tersebut, Gubsu Erry menyampaikan harapannya agar pelaksanaan pilkada serentak berikutnya berjalan aman dan lancar.

Hadir dalam kesempatan tersebut Ketua KPU RI Juri Ardiantoro Ketua KPU Sumut Mulia Banurea, Ketua Bawaslu Sumut dan Ketua serta Sekretaris KPU Provinsi seluruh Indoneasia. Kehadiran mereka dalam rangka Pelaksanaan Rapat Pimpinan KPU yang akan digelar selama tiga hari.
Gubsu dalam pidato sambutannya mengatakan bahwa dalam pelaksanaan pilkada serentak lalu, Sumut merupakan provinsi yang mendapat catatan tersendiri. Tidak saja sebagai provinsi terbanyak yang menyelenggarakan pilkada, yaitu 23 provinsi, Sumut juga menjadi satu-satunya daerah yang mengalami penundaan.



" Dari sekitar  218 pilkada di Indonesia, yang tertunda paling lama cuma di Sumut yaitu Kota Pematang Siantar yang baru saja digelar pada minggu lalu," kata Gubsu. Pada pillkada tahap ke dua tahun 2017 nanti, di Sumut  hanya ada dua daerah yang melaksanakan Pilkada, yaitu Kota Tebing  Tinggu dan Kabupaten Tapanuli Tengah. "Nah, Kota Tebing tinggi ternyata  hanya memiliki satu pasang calon," ujar Gubsu.

Untuk pelaksanaan pilkada serentak tahun  2018, maka ada sisa 8 dan satu provinsi lagi di Sumut yang akan menggelar Pilkada.   "Kehadiran KPU RI dan  KPU seluruh Provinsi  yang melaksanakan rapat pimpinan di Sumut adalah sesuatu yang  membanggakan. Mudah-mudahan ini berkah untuk Sumut," kata Gubsu.
Dia berharap pelaksanaan pilkada serentak berikutnya, termasuk pelaksanaan pemilu legislatif dan pilpres pada 2019  berlangsung  lancar dan aman.



Dalam kesempatan itu, Gubernur menyampaikan penyelenggaraan pemilu di Indonesia sebenarnya tidak berkualitas dengan pelaksanaan pemilu di negara maju seperti Amerika Serikat.

"Amerika Serikat, negara yang maju dan sudah berumur jauh lebih tua dibanding Indonesia, beberapa waktu lalu melaksanakan pemilu lewat e-voting. Kita masih manual, tapi ternyata Amerika Serikat belajar dari Indonesia, bagaimana melaksanakan pemilu dengan proses manual," kata Erry. Hanya saja, dia menilai yang perlu ditingkatkan dalam pelaksanaan pemilu adalah penerapan  E-recap. Hal itu menurutnya perlu agar masyarakat segera mengetahui dengan cepat hasil pemilu.

Ketua KPU RI Juri mengatakan selama tiga hari pelaksanaan rapim, mudah-mudahan bisa dimanfaatkan membahas berbagai persoalan yang dihadapi dalam penyelenggaraan pilkada.


(Mtc)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru