Sabtu, 22 Agustus 2026 WIB

Kajati Sumut Ikuti Rakor Hasil Investigasi Awal Kondisi Lingkungan Pasca Bencana Banjir dan Longsor di Sumut, Aceh dan Sumbar

James Pardede - Selasa, 09 Desember 2025 14:20 WIB
Kajati Sumut Ikuti Rakor Hasil Investigasi Awal Kondisi Lingkungan Pasca Bencana Banjir dan Longsor di Sumut, Aceh dan Sumbar
Matatelinga/Istimewa
Kajati Sumut Ikuti Rakor Hasil Investigasi Awal Kondisi Lingkungan Pasca Bencana Banjir dan Longsor di Sumut, Aceh dan Sumbar

MATATELINGA, Medan : Ketua Pelaksana Satgas PKH Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Dr. Febri Adriansyah bersama Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal TNI Richard Tampubolon, Selasa (9/12/2025) memimpin rapat koordinasi dalam rangka menyampaikan arahan atas pemaparan hasil investigasi awal terhadap kondisi lingkungan pada wilayah terdampak banjir dan longsor di Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat.

Kajati Sumatera Utara Dr.Harli Siregar,SH.,M.Hum bersama Komandan Satgas PKH Mayjen TNI Dody Tri Winarto, para Ketua Tim Ivestigasi Satgas PKH dan 12 Kementerian/Lembaga mengikuti kegiatan rapat tersebut melalui Video Conference (zoom) dari lantai II kantor Kejati Sumut Jalan AH Nasution Medan.

Dansatgas PKH Mayjen TNI Dody Tri Winarto melaporkan dan memaparkan hasil investigasi lapangan awal yang akan ditindaklanjuti dengan tindakan investigasi administrative, hal ini sesuai arahan Presiden Republik Indonesia menyikapi dampak banjir bandang dan longsor di tiga provinsi yang diduga disebabkan adanya tindakan-tindakan illegal dari berbagai pihak.

Rapat koordinasi tersebut dilaksanakan sebagai langkah inventarisasi hasil investigasi awal dari tim Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang telah bekerja beberapa waktu terakhir sehingga nantinya dapat diperoleh fakta kesimpulan dari aspek kemungkinan pelanggaran hukum maupun tindak pidana yang diduga sebagai penyebab terjadinya bencana alam banjir bandang dan longsor di wilayah Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat hingga di beberapa wilayah atau daerah lainnya untuk dilakukan tindakan represif.

Baca Juga:
Pada arahannya, Jampidsus Kejaksaan Agung RI Febri Adriansyah bersama Kepala Staf Umum (Kasum) TNI meminta seluruh jajaran Satgas PKH dapat bekerja maksimal dengan koordinasi aktif bersama pihak terkait baik dari Kementerian Lingkungan Hidup, Kehutanan dan Aparat Penegak Hukum.

"Agar ke depan segera dapat dilakukan langkah dan kebijakan strategis sebagai pencegahan kerusakan lingkungan hidup ataupun penindakan terhadap kemungkinan terjadinya tindak pidana," paparnya.

Dalam paparan dan laporannya, Kajati Sumatera Utara menegaskan bahwa jajaran Kejati Sumatera Utara sangat siap bekerja maksimal bersama Satgas PKH dalam rangka pengumpulan data dan informasi penyebab terjadinya banjir bandang dan longsor yang diakibatkan adanya perambahan hutan diluar ijin yang mengarah pada kerugian aset maupun perekonomian negara dari sektor kehutanan maupun pertambangan.

Editor
: Admin
SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Akses Darat Terputus, Polda Sumut Kirim Bantuan Melalui Helikopter ke Daerah Terisolir Tapteng
Polri Dirikan Posko Kesehatan, Keamanan hingga Dapur Lapangan untuk Warga Terdampak Banjir Tapsel
Lari ke Kawasan Hutan Dekat Lokasi Operasi Teroris Beberapa Tahun Lalu, DPO Tipikor Muhamad Azhari Ditangkap Kejaksaan
Polda Sumut Selidiki Penyebab Bencana, Targetkan Perusahaan Perambah Hutan
Banjir Bandang Dan Longsor DI Aceh, Sumatera Utara  Dan Sumatera Barat
Tokoh Muda Pantai Barat Mandailing Natal Feri Susanto Desak Pemerintah Evaluasi Perizinan Pemanfaatan Hutan dan Tambang
 
Komentar
 
Berita Terbaru