PH Mantan Kadis Sosial Samosir Minta Dakwaan Korupsi Dibatalkan, Sebut Jaksa Susun Dakwaan Kabur
MATATELINGA, Medan Tim penasihat hukum (PH) mantan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Samosir, Agust Fitr
Berita Sumut
MATATELINGA, Deliserdang: Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) hadir untuk membantu dan memastikan seluruh masyarakat Indonesia mendapatkan akses layanan kesehatan yang terjangkau dan berkualitas. Setiap orang pasti sangat menyayangi keluarganya, tidak ada yang benar-benar siap saat melihat keluarganya sakit. Kebersamaan adalah momen yang sangat berharga. Upaya yang dilakukan keluarga adalah salah satu bentuk tanda kasih sayang.
Salah satu peserta JKN yang merasakan manfaat besar dari program ini adalah Syamsidar (53), seorang ASN asal Desa Dalu Sepuluh, Kecamatan Tanjung Morawa yang menceritakan dan berbagi kisah pengalamannya saat menemani sang suami sakit selama lima tahun dengan menggunakan BPJS Kesehatan.
"Awalnya kami sangat khawatir karena pada tahun 2014 hingga 2019, suami saya menderita penyakit gula (diabetes melitus)," kata Syamsidar.
Syamsidar mengatakan, penyakit diabetes melitus yang diidap sang suami telah berdampak terhadap menurunnya fungsi ginjal, sehingga perlu penanganan serius untuk memelihara kesehatannya. Dengan begitu ginjalnya tidak dapat berfungsi dengan normal lagi sehingga membuat sulit bernafas.
Baca Juga:"Dokter juga menyarankan untuk dilakukan tindakan cuci darah agar nafasnya tidak terasa sesak lagi," jelasnya.
Pemanfaatan program JKN terbukti sangat membantu, terutama ketika sang suami dari Syamsidar, harus menjalani prosedur cuci darah secara rutin. Tanpa harus dibebani biaya besar, pelayanan kesehatan dapat diakses dengan mudah dan cepat, memberikan rasa aman di tengah kondisi yang tidak menentu.
"Alhamdulillah nya, sejak awal kami sudah menjadi peserta JKN dari BPJS Kesehatan. Jadi, saya meminta surat rujukan untuk suami saya, dan langsung membawanya dari faskes tingkat pertama, ke Rumah Sakit rujukan (RS Medistra), agar secepatnya ditindak lanjuti. Pada saat itu proses yang kami jalankan saat menggunakan fasilitas pelayanan BPJS Kesehatan untuk mencuci darah suami saya, mulai dari penanganan yang baik, dan prosedur administrasi yang dilakukan juga sangat mudah serta bagus," pungkas Syamsidar.
Tidak hanya itu, Syamsidar menuturkan bahwa seluruh biaya operasi, rawat inap, hingga obat-obatan ditanggung sepenuhnya oleh BPJS Kesehatan. Setelah melakukan tindakan pencucian darah, sang suami saat ini harus mencuci darah dua kali dalam seminggu pertama, kemudian seminggu tiga kali untuk mencuci darah dan itu dilakukan secara rutin.
"Dari semua rangkaian yang telah saya lewati, mulai dari pemeriksaan dan proses pencucian darah, dokter, pelayanan, serta penanganan kami mendapatkan semuanya dengan bagus. Jika ada keluhan-keluhan yang dirasakan seperti mual, mereka para tenaga medis dapat menanganinya dengan cepat. Saya juga tidak merasakan adanya pungutan liar atau biaya tambahan seperti yang sering dikhawatirkan orang-orang. Kami merasa sangat terbantu, baik secara finansial maupun emosional, karena bisa fokus pada kesembuhan suami tanpa memikirkan beban biaya," ungkap Syamsidar.
Syamsidar sangat mengapresiasi kemudahan layanan yang diperolehnya dari BPJS Kesehatan. Menurutnya, Program JKN telah banyak membantu masyarakat untuk tidak dipusingkan mengenai biaya pelayanan kesehatan, ditambah dengan pelayanan yang dirasakannya telah semakin baik.
"Kini, setelah menjalani perawatan intensif, kondisi suami saya semakin membaik. Beliau juga masih rutin kontrol dan cuci darah, agar menjaga kondisinya tetap stabil serta sembuh seperti sedia kala. Dengan begitu pun, semuanya tetap ditanggung BPJS," jelas Syamsidar.
Dengan berbagai manfaat yang telah dirasakan oleh Syamsidar dan keluarga, ia berharap agar semakin banyak masyarakat menyadari betapa pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Karena menurut Syamsidar, dengan memiliki perlindungan kesehatan dapat meringankan beban finansial keluarga ketika membutuhkan layanan kesehatan.
"Segeralah mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan agar bisa mendapatkan layanan kesehatan yang memadai tanpa khawatir akan biaya yang tinggi," kata Syamsidar.
MATATELINGA, Medan Tim penasihat hukum (PH) mantan Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Samosir, Agust Fitr
Berita Sumut
MATATELINGA, Aceh Selatan Pelaksanaan eksekusi uqubat cambuk terhadap terpidana pelanggar Qanun Jinayat di Kabupaten Aceh Selatan, Kamis (2
Aceh
MATATELINGA, Medan Berdiri kokohnya prasasti Kota Tangguh di tanah Medan, bukan sekadar monumen batu biasa. Prasasti ini menjadi simbol hid
Lifestyle
MATATELINGA Madina Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas Pertambangan Em
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Di saat embun pagi masih setia menggantung di ujung daun, dan matahari perlahan mulai menampakkan sinarnya, suasana di T
Lifestyle
MATATELINGA,Panyabungan Tantangan terbuka terhadap penegakan hukum atas kerusakan lingkungan kembali bergema di Sumatera Utara. Bukti visu
Berita Sumut
MATATELINGA, Jakarta Dalam urusan mempertahankan jabatan di Indonesia, uang dan beking biasanya berjalan seiring. Karena itu, jika ada peja
Nasional
MATATELINGA, T.Tinggi Hari Jadi Kota Tebing Tinggi ke109 tahun 2026 adalah momentum yang sangat penting, bukan hanya sebagai bentuk peray
Lifestyle
MATATELINGA, Medan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Medan melakukan penutupan sebagian ruas jalan di kota Medan karena adanya kar
Berita Sumut
MATATELINGA, Medan Krisis ekologi akibat aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang kian merajalela di Kabupaten Mandailing Natal (M
Berita Sumut
MATATELINGA,Medan Kepedulian terhadap masyarakat terus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke80. Pada Rabu (1/7/202
Lifestyle
MATATELINGA,Langkat Suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur mewarnai acara Tasyukuran Hari Bhayangkara Ke80 yang digelar Polres Langkat
Berita Sumut