Rabu, 24 Juni 2026 WIB

Besok, Ribuan Massa Demo Seputar Kasus PT Toba Pulp Lestari

Pintor Maruli - Selasa, 28 Oktober 2025 14:30 WIB
Besok, Ribuan Massa Demo Seputar Kasus PT  Toba Pulp Lestari
Saat pertemuan di Parmaksian

MATATELINGA - Toba : Kasat intelkam Polres Tapanuli Utara Sumatra Utara, AKP. Tombor Marbun SH. Selasa, (28/10/2025), mendatangi para mitra dan masyarakat yang akan melakukan aksi demo ke Tarutung Tapanuli Utara Rabu, (29/10/2025).

AKP. Tombor Marbun menemui peserta aksi besok di Parmaksian untuk memberikan masukan agar aksi berjalan sesuai aturan.

Dalam pembicaraannya di sebuah warung kurang lebih 1 jam, Polres Tapanuli Utara meminta agar jangan dilakukan aksi di Seminarium Sipoholon. Menurutnya, aksi tersebut tidak mereka ijinkan karena dikuatirkan akan memicu ketegangan. Namun para peserta tetap akan melakukan aksi walau hanya di jalan dan bukan di lokasi tersebut.

Baca Juga:

"Kami warga gereja HKBP hanya melakukan kebaktian singkat dan orasi sebentar. Tidak lebih bahkan akan dikonsolidasikan kondusif," ungkap Edisanto Panjaitan ketua aksi.

Namun para peserta yang akan melakukan aksi, tetap bersikukuh melakukan aksi namun tidak akan anarkis. Aksi mereka hanya menegur Viktor Tinambunan yang mereka anggap sudah sangat meresahkan karyawan perusahaan.

Para mitra juga diminta perusahaan TPL agar tidak melakukan aksi namun para mitra tetap akan melakukan aksi karena sudah tidak setuju dengan ucapan dan provokasi yang dilakukan Jurito Sirait dan yang diyakini sudah disusupi LSM.

Baca Juga:

Jurito Sirait yang merupakan anak buah Viktor Tinambunan menganggap karyawan perusahaan TPL adalah tukang makan rimarima (makanan sisa), jampurut (bahasa kasar suku Batak) dan kata-kata lain yang membuat para pekerja di TPL tersinggung. Ucapan tersebut viral dan beragam komentar miring dilihat di media sosial.

Aksi demo yang rencananya akan dilakukan besok (Rabu), untuk menuntut Viktor Tinambunan agar memberikan tauladan bagi jemaatnya dengan menasehati Jurito Sirait yang dianggap sudah melecehkan para karyawan.

Menurutnya, Viktor Tinambunan dan Jurito Sirait diminta harus lebih fokus mengurus kemelut di tubuh gereja ketimbang harus mencampuri urusan pemerintah yang punya kewenangan menutup TPL.

Viktor Tinambunan merupakan pimpinan tertinggi sebuah gereja yang kerap mengajak para tokoh agama dan masyarakat menutup TPL. Namun kali ini, jemaatnya sendiri yang melakukan aksi demo karena tindakannya dianggap sudah sangat meresahkan dan dianggap menyengsarakan para karyawan.

Baca Juga:


 
Berita Terbaru