MATATELINGA, Toba : Acara pemberian remisi kepada narapidana di Rutan Kelas II B Balige, Minggu, (17/8/2025) tidak bisa diliput media.
Awak media Matatelinga.com menanyakan alasan penolakan masuk walaupun sudah dijelaskan tujuannya. Dengan terpaksa, awak media harus menunggu diluar.
Baca Juga:
Usai pemberian remisi, bupati Toba Effendi Napitupulu dan wakil bupati Audi Murphy Sitorus beserta Kapolres Toba AKBP Vinsensius Jimmy Parapaga, Kepala Kejaksaan Negeri Balige Dohar Nainggolan serta rombongan meninggalkan rutan, awak media diterima masuk dan mendapat penjelasan dari kepala rutan.
Kepala rutan menjelaskan alasan kenapa awak media tidak diperbolehkan masuk. Alasannya karena bupati sebagai pemberi remisi merubah jadwal kunjungan ke rutan.
Baca Juga:
"Yang seharusnya pagi sebelum upacara, kali ini dirubah usai upacara perayaan HUT RI. Alasan inilah yang membuat kondisi penyambutan rutan berubah karena banyaknya tamu masuk tidak mendapat tempat duduk. Banyak yang berdiri membuat saya kurang enak. Biasanya hanya sedikit saja. Pemberian remisi kali ini banyak tamu masuk karena para rombongan bupati ikut menyaksikan acara Aquabike di danau Toba," terang kepala rutan Balige J. Tobing.
Pemberian remisi setiap tahun diberikan bupati Toba kepada narapidana saat HUT RI
Bupati beserta rombongan yang sudah berada di kompleks Rutan tidak bisa diliput. Penjaga pintu masuk selalu bilang sabar menunggu padahal acara tersebut tergolong singkat.
Baca Juga:
"Sabar pak. Sabar, rutan ini tempat nya sempit" ucap penjaga pintu masuk dalam ruangan yang berjaga saat itu.
Sebelumnya, penjaga diluar sudah menanyakan identitas awak media tetapi tetap diminta sabar.
"Nanti akan diberikan daftar orang yang mendapatkan remisi pak" ujarnya kembali.
Dalam keterangan bupati Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu mengatakan agar penerima remisi tidak mengulang kesalahan-kesalahannya kembali.
Baca Juga:
"Harapannya, agar para penerima remisi tidak mengulang kesalahan-kesalahannya kembali. Ada enam orang mendapatkan khusus yaitu remisi bebas dan yang lainnya mendapat remisidasawarsa. Remisi dasawarsa merupakanpengurangan masa hukuman yang diberikan setiap 10 tahun sekali, bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia," terang Bupati.
Saat hari kemerdekaan ini, bupati meminta agar masyarakat bersabar karena pemerintah hadir untuk menyelesaikan masalah secara bertahap.
"Banyak masyarakat kita merasakan kekurangan sana-sini terkhusus masyarakat Toba kami hadir untuk menyelesaikan masalah secara perlahan dan kita harus sabar," harap bupati Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu.
Bupati beserta rombongan menuju venue Aquabike untuk menyampaikan perhelatan internasional Aquabike.(yin)
Baca Juga: