Setelah melayangkan surat, kata Edwin,Pansus telah berkomunikasi bahwa tempat-tempat yang akan dikunjungi adalah ruang rapat di lantai 2 dan lantai 3. Tapi ketikaPansus berkunjung, mereka merasa "dibola-bola".
Ruang rapat di lantai 2 mendadak berisi rapat. Padahal sebelumnya mereka diarahkan di lantai 2. Kemudian kami diarahkan ke ruang rapat lantai 3, tapi sampai di lokasi kami dibiarkan tanpa ada pendamping dan pemandu.
Baca Juga:
":Kok kami dicuekin, diabaikan kehadiran kami padahal yang kami bahas diPansus ini adalah usulan dari wali kota," ungkap Edwin.
Politisi PAN ini menjelaskan kenapa kunjungan mereka pertama adalah kantor wali kota. Karena di situlah lambang pemerintahan di Kota Medan. Maka sistem pemadam kebakarannya harus dilihat, seperti racun api dan hydrant.
"Itu kantor wali kota lho, bisa terbakar, bisa juga dibakar oleh oknum. Jika sistem pemadamannya tidak baik, maka akan membahayakan wali kota. Kita meninjaunya, kalau belum lengkap kita sarankan supaya dilengkapi. Kami akan mendukung anggarannya di APBD," tutupnya.