"Motif yang ada di songket biasanya menggambarkan kearifan lokal dan sejarah dari suatu daerah. Hari ini Dekranasda hadir di Desa Silo Bonto, tempat komunitas pengrajin songket khas Asahan berada. Kita harapkan ini menjadi bagian dari promosi agar produk lokal semakin dikenal dan diminati masyarakat luas," ujar Kahiyang.
Baca Juga:
Didampingi pengurus Dekranasda Sumut, Kahiyang juga berdialog langsung dengan para pengrajin untuk mendengarkan tantangan yang mereka hadapi. Salah satu persoalan utama yang disampaikan adalah keterbatasan bahan baku, seperti benang togak dan benang pakan yang masih harus didatangkan dari Sumatera Barat (Sumbar).