MATATELINGA, Sibolga : KPU Sibolga mengajak wartawan dan LSM menjadi perpanjangan tangan informasi soal tahapan Pilkada 2024.
BACAJUGA
Sebagai mitra kerja, Ketua KPU Sibolga Afwan Nasution berharap wartawan dan LSM, dapat menyampaikan tahapan sudah berjalan atau akan dilaksanakan.
"Tahapan persiapan hampir selesai. Saat ini, kita fokus pada tahapan penyusunan dan pemutakhiran data pemilih sebelum penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT)," kata Afwan, saat sosialisasi Pemilihan Wali Kota dan Wakil Walikota Sibolga 2024 dihadapan wartawan dan LSM, di RM Thamrin, Sabtu (08/06/2024).
[br]
Menurutnya, ada beberapa perbedaan Pilkada 2020 dan 2024, diantaranya jumlah TPS, DPT, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP).
"Tahun 2020 lalu jumlah TPS 184 dengan maksimal 500 pemilih, dan 2024 ini 137 TPS dengan maksimal DPT 600 orang," sebutnya.
"Untuk jumlah PPDP tahun 2020 lalu 184 orang. Sementara 2024 ini 274 orang, karena masing-masing TPS sebanyak 2 orang," lanjut Afwan.
Saat sosialisasi, KPU juga memaparkan beberapa hal, diantaranya dasar hukum serta dana Pilkada Rp10,4 Milliar disebut menjadi anggaran terkecil se-Indonesia.
[br]
"Kita juga sosialisasikan soal Roadmap Pilkada Indonesia, PKPU Nomor 2 Tahun 2024, masa kerja badan Ad Hoc, syarat berhak memilih, peserta pemilihan pasal 39 UU Nomor 8 Tahun 2015," jelasnya.
"Tahapan penelitian dan penetapan paslon, syarat paslon dari parpol juga perseorangan. Persyaratan calon, dasar hukum penyelenggaraan dan metode kampanye, serta teknis pemungutan, perhitungan suara dan rekapitulasi," tambah Afwan.
Dikesempatan yang sama, Afwan juga memastikan tidak ada pasangan calon Wali Kota jalur perseorangan yang akan menyerahkan dokumen di pendaftaran tanggal 27 Agustus 2024 mendatang.
"Berarti kita hanya terima pendaftaran Paslon jalur partai politik. Persyaratan pencalonan diusulkan parpol, sedikitnya 20 persen dari jumlah kursi DPRD atau 25 persen dari akumulasi perolehan suara sah di Pemilu 2024 lalu," ujarnya.
"Ada dua parpol yang bisa mengusung satu paslon tanpa harus koalisi, yaitu Nasdem 8 kursi dan Golkar sebanyak 4 kursi," beber Afwan. (Muafdan)