MATATELINGA, Tanjungbalai: Kepala dinas Kominfo Tanjung balai, Andrinuka Saptana menampik bahwa pihak Videotron melakukan pencurian daya, menurut nya pihak Videotron sedang melakukan uji coba arus (daya listrik).
"Tidak ada pencurian arusnya. Mereka sedang uji coba daya, Peningkatan ac, tadi malam sudah hidup kembali (Videotron) dan telah diselesaikan, apa apa yang menjadi kendala," Sebut Andrinuka Saptana melalui telepon selulernya kepada wartawan Rabu, (29/11/2023).
Menurut Andrinuka, soal pencurian arus juga telah diklarifikasi oleh pihak meneger ULP PLN Tanjung balai. Dan terkait pemutusan itu, dikerenakan ada kendala teknis.
"Terkait pemutusan ada kendala teknis ada yang tidak klop, dan sudah kita komunikasika dan kedua belah pihak," katanya.
Sementara terkait diletakkan nya videotron tersebut didinding kantor lurah TB Kota II Kecamatan Tanjung balai Selatan, Andrinuka beralasan dikarenakan keterbatasan tempat.
[br]
"Karena tidak ada tempat, dan untuk mendirikan tongkat kosnyakan besar lagi , dan karena itu (Videotron) tidak besar, bisa la diletak disitu," Sebut Andrinuka.
Dikonfirmasi terpisah, Maneger ULP PLN Kota Tanjung balai,Harry Polmatua Parulian Marbun, menyatakan bahwa pihak penanggung jawab videotron tersebut sudah menyelesaikan tagihan kepada PLN termasuk juga dendanya.
BACA JUGA :Wartawan Ikuti UKW Angkatan 63 PWI Bona Pasogit di Kabupaten Toba
Namun Harry, enggan mengungkapkan berapa besaran denda yang diterapkan pihak PLN kepada pihak pendor Videotron tersebut.
"Sudah bang sudah diselesaikan pihak Videotron nya, Alung yang penanggung jawab Videotron itu bang," kata Harry Marbun singkat melalui pesan WhatsApp nya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Kominfo Kota Tanjung balai, Andri Nuka Saptana mengatakan Videotron yang diputus oleh pihak PLN merupakan milik pihak ketiga yang berinvestasi Ditanjung balai.
"Videotron itu milik Sarang Tawon, sifatnya komersil yang kedepannya bisa menambah pendapatan asli daerah. Tayangan yang tampil di videotron itu memang dari kami (Diskominfo), tapi pengelolanya adalah pihak Sarang Tawon," kata Andri menjawab wartawan. Selasa, (28/11/2023).
Andri mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan koordinasi untuk menyelesaikan persoalan tersebut.