Kamis, 06 Agustus 2026 WIB

Aksi Massa Demo Anarkis, Rampok Kotak Suara di KPU

- Sabtu, 14 Oktober 2023 07:30 WIB
Aksi Massa Demo Anarkis, Rampok Kotak Suara di KPU
Matatelinga.com
Simulasi Sistem Pengamanan (Sispam) Kota dalam Rangka Kesiapan Pengamanan Tahapan Pemilu Serentak Tahun 2024 di Wilayah Kota Pematang Siantar.
MATATELINGA. Pematang Siantar :;Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA bersama Kapolres Pematang Siantar AKBP Yogen Heroes Baruno SH Sik, saksikan Perampokan Kotak Suara oleh Aksi Massa Demo Anarkis di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU).



Adegan perampokan dan demo anarkis sebagai rangkaian Simulasi Sistem Pengamanan (Sispam) Kota dalam Rangka Kesiapan Pengamanan Tahapan Pemilu Serentak Tahun 2024 di Wilayah Kota Pematang Siantar berlangsung di Jalan Merdeka, depan Balai Kota Pematang Siantar, Kamis pagi (12/10/2023).

BACAJUGA



"Semoga giat Sispam ini, dapat bermanfaat bagi masyarakat Kota Pematang Siantar, "sebut Susanti mengawali sambutannya.

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), kesiapan Operasi Mantap Brata Toba 2023-2024 harus dapat dilaksanakan dengan optimal. Menjelang pemilu suhu politik menimbulkan gesekan politik dimasyarakat.

Namun ia yakin, gangguan dapat dicegah dan diantisipasi serta keamanan dan ketertiban masyarakat terjaga sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman.

"Pesan Bapak Presiden agar menghindari polarisasi masyarakat serta meminimalkan politik identitas yang mengarah ke SARA, "katanya.

Masih Susanti, keberhasilan Pemilu merupakan hasil kerja sama, sinergitas, dan kolaborasi semua pihak. Semoga Pemilu berjalan sukses dan lancar serta dapat mewujudkan Pematang Siantar Sehat, Sejahtera, dan, Berkualitas.

Sebelumnya, Kapolres AKBP Yogen Heroes Baruno SH Sik mengucapkan, terima kasih kepada Pemko Pematang Siantar telah mendukung giat simulasi. Pemilu serentak tahun 2024 menjadi perhatian internasional.

Suksesnya Pemilu bergantung kepada pihak yang terlibat termasuk peran TNI-Polri sangat besar dalam menyukseskan Pemilu. "Perlu disikapi dan diantisipasi, hal-hal yang bisa mengganggu kamtibmas meskipun masih positif dan kondusif," tukasnya.

Skenario Sispam Kota mensimulasikan kesiapsiagaan petugas di lapangan selama pelaksanaan Pemilu 2024 sebagai bagian dari upaya menjaga kondusivitas.

"Ada dua tahapan skenario yang disimulasikan; Pertama, warga yang memaksa menggunakan hak suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 1 di Jalan Pepaya, Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Siantar Marihat tidak memiliki formulir C6 sebagai syarat menggunakan hak pilih di TPS.

"Sempat terjadi keributan di TPS namun dapat diselesaikan oleh petugas, PPK, Kapolsek, dan camat. Selanjutnya, kotak suara yang dibawa dari TPS ke kantor PPS dirampok di tengah perjalanan.

Simulasi itu, upaya Polres Pematang Siantar untuk menemukan kotak suara dan menangkap pelakunya di Jalan Gereja Kecamatan Siantar Selatan.

Skenario kedua, aksi unjuk rasa di Kantor KPU Pematang Siantar yang menolak hasil perhitungan suara salah satu calon presiden. Selain itu, menuding adanya penggelembungan suara pada calon presiden lainnya. "Awalnya aksi unjuk rasa berlangsung damai dan tertib. Aksi lemparan batu terjadi yang memicu tindakan anarkis.

Personel Polres Pematang Siantar memperagakan tahap-tahap pengamanan, minta bantuan dari Satuan Brimob Poldasu, pengamanan provokator hingga massa mundur dan membubarkan diri.

Hadir Ketua DPRD Kota Pematang Siantar diwakili Baren Alijoyo Purba, mewakili Dandenpom I/1 Pematang Siantar, mewakili Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pematang Siantar, dari Pengadilan Negeri (PN) Pematang Siantar, dan jajaran Polres Pematang Siantar.

Adegan simulasi diperagakan oleh personel Polres Pematang Siantar, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan Dinas Perhubungan (Dishub) Pematang Siantar.

Penulis : sip
Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru