Senin, 02 November 2026 WIB

Viral, Penerimaan Siswa Baru di SMAN 1 Doloksanggul Jalur Zonasi Diprotes

- Rabu, 28 Juni 2023 10:32 WIB
Viral, Penerimaan Siswa Baru di SMAN 1 Doloksanggul Jalur Zonasi Diprotes
Matatelinga.com
MATATELINGA, Doloksanggul : Baru-baru ini dimedia sosial dibuat geger, SMA Negeri 1 Dolok Sanggul Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) diprotes oleh masyarakat.

Pasalnya, kelulusan penerimaan peserta didik baru (PPDB) jalur zonasi yang baru ini diumumkan oleh pihak sekolah tersebut, diduga ada kecurangan dalam manipulasi jarak.


Kejadian ini bermula dari postingan milik akun Facebook @Sam Binsar di group Kabar-Kabari Humbang Hasundutan pada Senin (26/6) kemarin.

Pemilik akun ini menceritakan, apakah jalur zonasi di SMAN 1 Doloksanggul sudah benar jarak yang di buat.

Selain itu, lanjut dia, bahwa pengumuman nama siswa baru yang diumumkan oleh panitia sekolah, mereka akan turun ke sekolah untuk mengukur jarak yang dimenangkan oleh panitia.

Sebab, kesal dia, ada dari siswa yang jarak rumahnya ke sekolah tersebut tidak terlalu jauh , tidak diluluskan. Dan ia menduga, nama yang diluluskan oleh panitia jalur zonasi di manipulasi.


[br]

" KAPADA PANITIA PENERIMAAN SISWA BARU SMAN 1 DOLOKSANGGUL...KAMI AKAN BUKA DAN AKAN MENGUKUR JARAK YG SUDAH ANDA BUAT DI HASIL PENGUMUMAN... KARENA BANYAK KEJANGGALAN² YG KAMI TEMUKAN DI HASIL PENGUMUMAN YG DI BUAT OLEH PANITIA...Karena di Hasil Pengumuman yg Anda Buat,,, Banyak Siswa/Siswi Baru yg Jarak Rumah atau Domisilinya Lebih Jauh dari Domisili Siswa/Siswi yg Lain,,, Tapi Kenapa Bisa Lulus,, sementara Yg Domisilinya sesuai KK ( KARTU KELUARGA) Lebih Dekat,, tapi Tidak LULUS...
ADA APA....?????????????," tulis @Sam Binsar.

Sontak postingan ini mendapatkan respons yang beragam dari warganet. Dan, ada juga dari warganet meminta penerimaan siswa baru dengan PPDB untuk diubah.



" Boruku pe dang masuk , hape di jl singa do Hami (anak perempuanku pun tidak masuk , padahal kami di jln singa tinggal)," tulis akun @Mithun Rara.

" Masih jadi pertanyaan. Adik sayapun kena imbasnya. Padahal, kami di pasar Doloksanggul," tulis akun @Samuel Chirstian.

" Sangat perlu di kaji ulang dan saya tidak setuju zonasi ..ini lebih baik ujian...biar nampak ..orang yang berilmu...ini bayak permainan ..membuat Pindah Kk," tulis akun @Bengkalis Simatupang.

" Lebih baik zonasi ditiadakan karena menimbulkan keresahan dan kecurangan," tulis @Samson P Sihombing.

[br]

" Sangat setuju, bukan hanya zonasi, sedangkan jalur afirmasi tidak punya kartu apapun bisa lulus tapi yang jelas punya kartu KIP, dan KKS tidak masuk ke SMA 1 Dolok Sanggul, ada apa," tulis @Romani Manullang.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Doloksanggul Panutur Simorangkir yang dikonfirmasi soal viralnya penerimaan siswa baru di SMAN 1 Doloksanggul yang diduga ada kecurangan, mengaku bahwa permasalahaan penerimaan PPDB jalur zonasi sering terjadi di sistim aplikasi.


Menurutnya, secara hematnya sistim aplikasi PPDB yang digunakan terlalu sederhana dalam verifikasi KKA. Sehingga, pihaknya gamang memastikan apakah KKA itu benar sesuai aslinya atau tidak. Apalagi, dalam sistim aplikasi PPDB, pihaknya tidak mempunyai kapasitas untuk menyatakan KKA itu asli atau tidak.

' Menurut hemat saya sistem aplikasi ppdb yang digunakan terlalu sederhana, artinya dalam hal verifikasi kk, kami gamang memastikan apakah kk benar sesuai aslinya atau tidak, karena kami tidak punya kapasitas menyatakan kk itu asli atau tidak, sehingga apa yang di upload si cpd ke sistem kami verifikasi susuai kemampuan kami," kata Panutur.

Disinggung, dari verifikasi, pihak sekolah memang tidak bisa menilai keabsahan dari kka tersebut, semisal mencek, Panutur menambahkan bukan kapasitas sekolahnya menyatakan sah atau tidak.

[br]

" Bukan kapasitas kami menyatakan sah atau tidak, namun yang pasti data yang masuk tetap kita konfirmasi apakag kk benar, jikalau kita misalnya ragu akan keabsahan kknya si cpd kita tolak lewat sistem," jawabnya.


Disinggung, soal hasil konfirmasi mereka soal KKA, ada tidak ditemukan KKA yang diragukan atau keabsahanya, hingga berita ini diturunkan enggan menjawab.

Terpisah, salah seorang warga, Bengkalis Simatupang membenarkan adanya keluhan orangtua pada penerimaan siswa baru di sekolah tersebut jalur zonase, termasuk dirinya sendiri.

Ia mengeluhkan, sekaitan jalur zonase tersebut diduga ada permainan, semisal anaknya bernama Engelika Nawa Simatupang yang jarak dari rumahnya ke sekolah tersebut sekitar 1200 meter, dinyatakan tidak masuk.

" Seperti anak kita, melalui jalur zonase masa tidak masuk, ini ada apa," keluh Bengkalis.
Editor
: Putra
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru