MATATELINGA, Toba : Jasad Albert Sitorus (25) korban kerusuhan di Wamena Papua pada 23 Februari lalu, hari ini Minggu (26/2/2023) akan dimakamkan di pemakaman umum di desa Sigodang Tua Kecamatan Silaen Kabupaten Toba.
Albert beserta iparnya bermarga Siagian asal Lumban Pinasa Kecamatan Habinsaran, dipulangkan dari Wamena usai jenazahnya ditemukan 40 meter dari rumah kediamannya.
Kedua korban ditemukan bersimbah darah dan seluruh tubuh penuh anak panah. Terdapat luka yang mengenaskan di tubuh korban.
Menurut keterangan abang korban Ojak Sitorus, kejadian bermula saat seorang anak kecil terkena srempetan mobil. "Korban ditolong dan dalam keadaan sehat. Namun tiba-tiba ratusan warga berdatangan karena berkembang isu penculikan anak hingga warga pendatang menjadi sasaran. Kami pendatang menyelamatkan diri dan meninggalkan daerah konflik. Adik saya menjadi sasaran kemarahan massa dan menjadi korban" terang Ojak Sitorus.
Kedua korban terkepung di rumahnya dan sempat minta tolong ke saudaranya namun tak bisa ditolong karena ratusan hingga ribuan orang sudah emosi dan membawa parang dan panah.
Bantuan datang dari TNI-POLRI dan melakukan pencarian korban. Korban ditemukan 40 meter dibelakang rumah korban dengan luka parah dileher dan banyak anak panah masih menancap di tubuh kedua korban. Lalu kedua korban dibawa ke rumah sakit untuk diterbangkan ke kampung kelahirannya di dusun Bustak Nabirong Desa Banuahuta Kecamatan Sigumpar kabupaten Toba. Jenazah tiba pada Sabtu (25/2/2023) sekira pukul 04:00 berkat bantuan PBB (Pemuda Batak Bersatu) Papua. PBB mengurus semua keperluan korban hingga ambulans membawa kedua korban ke kampung kelahirannya.
Isak tangis pecah dan seluruh pelayat yang sudah menunggu meneteskan air mata kesedihan.
Jenazah akan dimakamkan Minggu, (26/2/2023) di Desa Sigodang Tua. Korban meninggalkan seorang istri dan kedua anaknya.
Kondisi Wamena kini mulai membaik dan Polisi sudah mengamankan 13 orang. Terdapat 12 korban meninggal dunia dalam kerusuhan tersebut. MTC/Yin.