MATATELINGA, Medan : Seorang pedagang tahu keliling berinisial I (40), warga Medan Polonia, mengaku menjadi korban pemerasan oknum organisasi masyarakat (ormas) sebesar Rp 450 ribu perbulan.
"Kalau untuk supaya dapat lapak (jualan) 300 ribu rupiah. Nanti setelah itu bulanannya 400 ribu rupiah. Mereka ngaku dari salah satu ormas," sebut I.
Praktik pemerasan ala premanisme itu disampaikan I kepada Kapolsek Medan Timur, Kompol Rona Tambunan ketika menggelar Jumat Curhat di Masjid Al Hidayah, persis di samping Mapolsek Medan Timur, Jumat (30/12/2022).
Pedagang tahu keliling itu mengaku mengalami pemerasan atau pungutan liar (pungli) tersangka di salah satu mall wilayah hukum Polsek Medan Kota.
Dia berharap pelaku dapat segera ditangkap agar bisa berdagang tahu menaiki sepeda motor dengan aman dan nyaman.
"Cemanalah bang, berapa lah penghasilan saya jualan tahu keliling naik kereta (sepeda motor) tapi dipalak. Saya harap pelakunya segera ditangkap," tuturnya.
Sementara, Kapolsek Medan Timur, Kompol Rona Tambunan mengatakan, pihaknya sengaja menggelar kegiatan Jumat Curhat sebagai program Kapolri.
Program itu untuk menampung segala keluhan dan masalah masyarakat yang disampaikan secara langsung.
"Ini program Bapak Kapolri
Silahkan sampaikan masukan dan masalah Bapak-bapak secara langsung kepada kami melalui program Jumat Curhat ini," ujar Rona.
Dia menyebut, melalui program Jumat Curhat dapat menyampaikan segala permalasahan tindak pidana yang dialami di lingkungan tempat tinggalnya.
"Masalah parkir, pemalakan bisa disampaikan. Kegiatan ini akan digelar secara rutin. Boleh curhat, apa yang mengganggu. Tidak di sini saja, nanti kami sampaikan ke pimpinan," katanya.
Rona memastikan, pihaknya akan melindungi atau merahasiakan masyarakat untuk kenyamanan pemberi informasi dan pelapor.
"Itu terserah maunya masyakat. Kalau memang minta dirahasiakan identitas, akan kita lindungi," pungkasnya.
Bincang-bincang atau curahan hati (curhat) yang digelar di halaman Masjid Al Hidayah, persis di samping kantor Camat Medan Timur berlangsung akrab dan santai.(mtc)