Matatelinga - Medan, Disaat Bangsa Indonesia tengah bersuka cita menyambut HUT ke 69 Kemerdekaan RI, disitu pula oknum-oknum tertentu berkesempatan menodai keluhuran detik detik proklamasi dirgahayu tersebut, dengan terang-
terangan menggelar kemeriahan permainan judi dadu kopyok beromzet puluhan juta rupiah di wilayah hukum Polsek Medan Baru,Minggu (17/8/2014).
Berbagai keterangan yang berhasil dihimpun wartawan, praktek perjudian yang diduga dibandari oknum mengaku Den Intel TNI Marga Sitorus bersama rekannya bernisial Hermanto dan Edi Provost tersebut, sudah berlangsung beberapa bulan dengan mengeruk keuntungan ratusan juta rupiah dengan rincian beromzet belasan bahkan puluhan juta rupiah
perharinya.
Dengan memanfaatkan sebuah warung kopi di pinggir salah satu jalan protokol Kecamatan Medan Baru, oknum Sitorus yang mengoperasikan permainan judinya dengan menggunakan tiga biji dadu,mangkuk kecil,piring dan mata dam batu sebagai angka tebakan yang bakal dipilih para penjudi dalam mempertaruhkan uangnya.
Sitorus yang berciri-ciri berambut halus agak kebotakan itu, selain bandar juga sering bertindak sebagai juru tarik dan juru bayar atas uang yang dipertaruhkan para pemain. Sedangkan rekan seprofesinya Hermanto berperan sebagai pengguncang mangkuk berisi tiga mata dadu tebakkan serta rekannya yang lain Edi Provos ditugasinya merangkul
oknum oknum yang datang ke lokasi dengan memberikan uang suap penutup
mulut yang diistilahkannya sebagai "deren".
Meskipun pengelolaan praktek judi yang digelar sedikitnya 4 kali show dalam sehari semalam itu sudah terorganisir rapi, namun kasus penyakit masyarakat mengunakan permainan untung untungan dimaksud, selalu saja menimbulkan keributan bagi para pelaku judi. " Bahkan, oknum Torus pernah mempertontonkan benda yang mirip senjata api miliknya dengan meletakkan di atas meja judinya, diduga sengaja untuk menshoktrafy atau menakut nakuti para pemain agar terganggu kosentrasinya hingga mengalami kekalahan atas seluruh uang yang dipertaruhkannya," ujar warga setempat.
Judi dadu itu sudah sangat meresahkan masyarakat, sebab dengan merasa kebal hukum oknum Sitorus membuka judi sambil memanggil manggil orang- orang yang lewat di jalan agar menjadi terperdaya dan terjerumus menghabiskan uang serta harta bendanya dimeja judi tersebut.
"Pernah juga masyarakat terpancing emosinya,hal itu lantaran para bandar mengotori kesucian bulan ramadhan yang baru berlangsung dengan terus meracuni warga untuk berjudi baik disaat berbuka, sahur dan adzan subuh.
Dandenintel Kodam I/BB Letkol A Bangun ketika dikonfirmasikan wartawan via SMS dan panggilan telepon selular Sabtu malam menjelaskan, ketiga oknum berinisial Sitorus, Hermanto dan Edi Provos tersebut tidak ada dalam keanggotaannya. " Tidak ada anggota saya itu, namun begitupun saya akan turunkan anggota ke sana terkait disebut-sebutnya nama Den Intel Kodam I/BB oleh oknum pelaku," tegasnya.
Beberapa saat berselang seorang pria mengaku sebagai anggota Den Intel awalnya mengaku bernama Faisal dan berubah nama menjadi Herman, menghubungi HP wartawan dengan menyebut merekalah yang ditugasi Dandeninteldam I/BB. " Sitorus yang ngaku anggota Denintel itu yang berambut agak botak tengah kan?ini kami mau ke TKP," ujarnya.
Oknum Storus selama hari Minggu (17/8/2014) dari pagi hingga malam ada beberapa kali menghubungi wartawan. "Kenapalah abang (wartawan-red) harus meghubungi Danden,dia itu komandan saya di Deninteldam I/BB Gaperta. Ingat diatas langit ada langit, awas saya ni Intel Kodam I/BB, saya ini orang lapangan. Saya memang anggota Den Intel Kodam
I/BB, saya juga yang membagi- bagikan uang deren. Tapi jangan judi dadu itu dibilang dibandari saya, saya aja juga minta uang deren kesana. Danden itu komandan saya, jangan laga laga saya dengannya ya,"sebut Sitorus.
(AH/Mt)