Selasa, 03 November 2026 WIB

Biadab! Bocah 4 Tahun di Medan Dicabuli Ayah Asuh dan 4 Temannya, Para Pelaku Masih Berkeliaran

- Senin, 18 April 2022 14:55 WIB
Biadab!  Bocah 4 Tahun di Medan Dicabuli Ayah Asuh dan 4 Temannya, Para Pelaku Masih Berkeliaran
Matatelinga
Keluarga korban pencabulan ( DE ) menunjukkan bukti laporan Polisi
MATATELINGA, Medan- Sungguh sangat miris nasib bocah 4 tahun sebut saja namanya Mawar ( nama samaran ) yang diduga telah dicabuli ayah asuhnya di Jalan Binjai, Kecamatan Sunggal pada 9 Februari 2022, sekira pukul 09.00 WIB.

Kejadian ini pun sudah dilaporkan keluarga korban ke Polrestabes medan pada 14 Febuari 2022, namun sayang, hingga saat ini kasusnya belum juga ada perkembangan, para pelaku pun masih bebas berkeliaran.

Dari informasi yang dihimpun, ternyata dari pengakuan Mawar, 4 teman ayah asuhnya juga pernah mencabuli korban.

Salah seorang keluarga korban berinisial DE mengatakan setelah ia membuat laporan di polrestabes Medan dengan laporan polisi nomor : LP/B/256/II/2022/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA tanggal 14 Februari 2022.


Korban mengaku kepada Pelapor dirinya pernah dicabuli oleh empat orang teman ayah asuhnya.

" Kata korban, salah satu pelaku yang merupakan kawan ayah, ikut mencabuli korban, aku mendengar nya sangat terkejut bang, betapa bejat para pelaku tega mencabuli anak yang baru berumur 4 tahun," ucap DE, Minggu (17/4/2022).

Ironisnya, sambung DE menjelaskan korban juga menjelaskan bahwa para pelaku ada yang mencabuli korban pada bagian dubur, perbuatan yang sangat biadab dan ia juga menyayangkan bahwa laporan nya hingga kini pelaku belum juga ada kemajuan.

"Korban mengakui di bagian duburnya ada dimasukkan kemaluan pelaku, aku masih bertanya kenapa pelaku juga belum ditangkap," jelasnya.

[br]

Sebelumnya diberitakan, Keluarga korban dan juga sebagai pelapor berinisial DE mengatakan dirinya sangat kecewa atas pihak polrestabes medan yang sudah 2 bulan, semenjak kasus ini dilaporkan ke Polrestabes Medan, pelakunya belum juga ditangkap Polisi.

"Udah buat laporan saya di Polrestabes Medan, namun sampai saat ini belum di lakukan, penangkapan dan pemeriksaan terhadap pelaku, sementara dia (pelaku) masih saja bebas berkeliaran," katanya dengan rasa kekecewaan.

DE juga mengaku sudah membawa korban ke rumah sakit bhayangkara Medan untuk melakukan visum. Dari keterangan dokter korban mengalami luka di bagian kemaluan dengan kedalam sekitar panjang satu jari ,saat di tanya kepada dokter Bethi M.


"Kata dokternya, korban sudah mengalami robek di bagian kemaluan sedalam satu jari," akunya.

DE menceritakan, kejadian itu diketahui setelah ibu kandung korban meninggal dunia akibat kecelakaan maut antara sepeda motor dengan truk.

"Setelah ibu korban meninggal, ayah (pelaku) mulai bertindak aneh ke korban dan setelah di cek di kediaman mereka tinggal dengan CAS yang jadi ayah asuhnya itu melakukan tindakan kejahatan seksual kepada korban," ungkap DE.

DE menjelaskan, hingga saat ini korban mengalami gangguan mental dan cenderung takut ketika melihat orang.

[br]

"Semenjak kejadian itu, korban kini cenderung takut, dan ketika ketemu orang dia selalu minder," ucap DE.

DE berharap, pihak kepolisian Satreskrim Polrestabes Medan dapat segera menindak laporan ini dengan menangkap pelaku.


Kanit PPA Polrestabes Medan, AKP Madianta Ginting saat dikonfirmasi via whatsapp (18/4) mengatakan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

" Kasusnya lagi tahap penyelidikan dan wawancara saksi-saksi bang," ucap Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Satreskrim Polrestabes Medan.( mtc/Suriyanto )
Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru