Matatelinga - Medan, Pasca ditembak dengan rudal hingga berkeping keping oleh pemberontak Ukraina terhadap pesawat Malaysia Airlines MH 17 dengan jumlah penumpang 280 orang satu diantarannya warga Kota Medan.
Adapun nama warga Medan tersebut Hendry. Hendry merupakan Jalan Garuda No 28 A, Kelurahan Bantan Timur, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.
Belum banyak keterangan yang diperoleh dari pihak keluarga Hendry. Rumahnya di Jalan Garuda No 28 A, masih tertutup.
Seorang perempuan muda sempat keluar saat wartawan datang. Namun, dia menolak diwawancarai.
Tapi,
rumah itu dipastikan kediaman Hendry. Kepastian itu sudah dikonfirmasi
kepala lingkungan setempat Rusmita Togatorop dan Lurah Bantan Timur
Muara Dongoran.
Informasi hanya didapat dari tetangga dan pembantunya.
"Dia
ke Belanda sekitar 2 bulan lalu. Saya tidak tahu dia ngapain ke Belanda.
Dia anak pertama dari 3 bersaudara. Anak laki-laki satu-satunya. Dia
pendiam," kata Suryani, pembantu keluarga Hendry.
Tetangganya juga mengaku mengetahui Hendry ke Belanda sekitar 2 atau 3 bulan lalu.
"Kabarnya
dia ikut pamannya yang tinggal di Belanda. Dia sepertinya mau pulang
karena adik perempuannya kabarnya mau nikah bulan 9 ini," kata Ali Samin
alias A An, tetangga Hendry.
Tetangga mengenal Hendry sebagai pemuda yang baik. Sebelum berangkat ke Belanda, dia mengajar les di rumahnya.
"Dia
masih muda dan lajang. Dia orang baik, ulet cari uang. Selama ini dia
mengajar les di rumahnya," jelas tetangga Hendry lainnya.
Sepengetahuan tetangga, keluarga mengetahui Hendry jadi korban pada Kamis (17/7/2014) malam.
"Tadi malam ibunya nangis-nangis. Tadi pagi pun keluarganya ada yang datang," sebut A An.
Malaysia
Airlines MH 17 ditembak jatuh pemberontak Ukraina saat pesawat dalam
perjalanan dari Amsterdam Belanda menuju Kuala Lumpur Malaysia. Sebanyak
280 penumpang dan 15 awak kabin dipastikan tewas.
(Mt)