Kamis, 30 Juli 2026 WIB

Wali Kota Gelar Nonton Bareng & Sahur Bersama Wartawan

Admin - Senin, 14 Juli 2014 20:21 WIB
Wali Kota Gelar  Nonton Bareng & Sahur Bersama Wartawan
Walikota Medan Dzulmi Eldin Nonton Bareng
Matatelinga - Medan, Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi  menggelar nonton bareng  final Piala Dunia 2014 antara Jerman versus Argentina dengan wartawan Unit Pemko Medan baik cetak, online maupun elektronik di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota  Jalan Sudirman, Minggu  malam (13/7) dan  Senin (14/7) dinihari.  Acara nonton bareng ini juga dirangkaikan dengan sahur bersama sebagai upaya untuk menjalin sinergitas  dan kebersamaan antara Pemko Medan dengan komunitas pers guna mendukung pembangunan.

Sejak pukul 23.30 WIB, satu persatu wartawan  hadir di pendopo untuk menyaksikan laga pamungkas perhelatan  sepakbola terakbar di dunia  yang berlangsung di Brazil tersebut. Selain wartawan, sejumlah pimpinan SKPD juga hadir diantaranya  Kadis Pendapatan M Husni SE MSi, Kadis Perhubungan Renward Parapat, Kepala Balitbang  Drs Hasan Basri, Kadis Bina Marga Khairul Syahnan, Kabag  Humasy  Budi  Hariono SSTP MAP serta sejumlah camat.  

Wali Kota sejak awal menjagokan Jerman untuk menjuarai Piala Dunia keempat kalinya. Apalagi setelah melihat tim bestan Joachim Low ini berhasil menumbangkan juara lima kali Piala Dunia sekaligus tuan rumah Brazil dengan skor telak 7-1. Meski sejak Piala Dunia digelar tak pernah sekalipun tim dari Eropa bisa keluar sebagai juara apabila negara dari Amerika Latin menjadi tuan rumah namun Eldin tetap optimis.

"Jeman yang tampil di Piala Dunia 2014 ini mengusung sepakbola modern. Mereka lebih mengandalkan kolektifitas tim  sehingga setiap kali membangun serangan selalu dirancang dengan skema yang cukup baik, tidak menojolkan permainan indivisi yang selama ini menjadi ciri khas  tim dari Amerika Latin. Itu sebabnya kemampuan seluruh pemain  Jerman merata di setiap lini," kata Eldin sebelum pertandingan.


Prediksi Eldin tidak salah, begitu kick off dimulai Thomas Muller cs  langsung memimpin jalannya pertandingan. Tim Tango yang diperkuat para pemain yang umumnya merumput di Eropa kewalahan menghadapi gempuran Jerman. Meski memiliki sejumlah peluang namun dewi fortuna belum berpihak kepada Lionel Messi cs hingga wasit meniup peluit panjang  pertanda laga yang berlangsung 2 x 45 menit berakhir.

Di perpanjangan waktu Jerman semakin menunjukkan kelasnya. Ditambah lagi dengan kejelian Joachim melakukan rotasi pemain, salah satunya  dengan memasukkan striker muda Mario Gotze menggantikan penyerang gaek Miroslav Klose. Hasilnya menjelang injury time, setelah memanfaatkan umpan silang, Gotze berhasil merobek jala Argentina yang dikawal  Sergio Romero lewat tendangan keras kaki kirinya usai menahan bola dengan dada.

Gol semata wayang  ini bertahan sampai pertandingan berakhir sekaligus memupus impian Tim Tango untuk  merebut Piala Dunia untuk ketiga kalinya. Selain itu gol Gotze ini juga berhasil memecahkan sejarah dimana untuk kali pertamanya tim dari Eropa berhasil keluar sebagai juara Piala Dunia.


"Luar biasa Jerman, berkat menampilkan sepakbola modern, mereka berhasil memecahkan tradisi dimana tim dari Eropa tidak pernah memenangi Piala Dunia jika negara dari Amerika Latin sebagai tuan rumah.  Ini membuktikan tim  dengan mengandalkan kolektifitas dan kerjasama tim baik akan keluar sebagai juara,"  ungkapnya.

Wali Kota selanjutnya mengungkapkan, keberhasilan Jerman menjuarai Piala Dunia 2014 tidak terlepas dari pembinaan yang dilakukan sejak dini. Di Jerman saat ini, ungkapnya, banyak memiliki akademi-akademi sepakbola. Banyak punggawa Timnas Jerman yang tampil di Brazil berasal dari akademi sepakbola.

Karena itulah Eldin berharap keberhasilan  Jerman dalam mengembangkan sepakbola mengilhami sepakbola di tanah air. Artinya  untuk meraih prestasi yang gemilang, tidak bisa dilakukan secara instan. “Saya berharap keberhasilan sepakbola Jerman ini dapat memotivasi para pengurus sepakbola di tanah air  dalam memajukan sepakbola di Indonesia,” paparnya.

Eldin pun mengapresiasi upaya yang dilakukan PSSI dalam pembentukan Timnas U-19. Dia berharap seluruh materi pemain yang ada saat ini  terus dipertahankan dan tidak dipecah-pecah lagi. Dengan demikian satu pemain dengan pemain lainnya memiliki satu kesatuan yang sangat kuat. Sebab, sepakbola modern saat ini mengandalkan kerjasama dan kolektifitas tim.

Acara nonton bareng ini dirangkaikan dengan sahur bersama. Dalam sahur bersama ini, Wali Kota menggunakan kesempatan itu  untuk bersilaturahmi dengan para wartawan sekaligus menyerap masukan dalam rangka mendukung pembangunan di Kota Medan. Itu sebabnya sahur bersama ini  rutin dilaksanakan Wali kota setiap Ramadhan tiba.



(Hendra/Mt)

SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru