MATATELINGA. Toba - Mengantisipasi kelangkaan BBM bersubsidi khususnya Bio Solar di Kabupaten Toba, Polres Toba mengundang para pengusaha SPBU mengadakan Rapat Koordinasi dalam menyambut hari besar yaitu Natal dan Tahun Baru 2022. Rapat yang dilaksanakan Sabtu, (6/11/2021) di Aula Harungguan Mardemak Polres Toba.
Para pemilik SPBU Porsea dan Lumban Lobu Sutrisno Pangaribuan dan Andre Siahaan, SPBU UD. JAGAYA Laguboti Eduard Hutapea, SPBU PT. LASMA PARDEDE Balige Melki Pardede dan SPBU CV. TOBA STASION Balige Ara Siambaton hadir dalam rapat tersebut.
Pengusaha/ Pengawas SPBU menerangkan bahwa saat ini Pertamina memang mengurangi kouta BBM subsidi jenis solar di setiap SPBU, namun tidak begitu besar sehingga seharusnya jika yang menggunakan BBM khusus dalam Kabupaten Toba tidak akan kekurangan stok.
Baca Juga:KTT COP 26, PLN Ungkap Peran Perempuan untuk Capai Net Zero Emission 2060
Namun dari pengusaha SPBU menambahkan bahwa Pertamina setiap Tahunnya pasti mengurangi kouta BBM Subsidi seperti BBM jenis premium yang dulunya masih ada namun saat ini memang sudah ditiadakan di seluruh SPBU yang ada di wilayah Kabupaten Toba.
Menurut salah satu SPBU dari Balige menerangkan bahwa mayoritas pengguna BBM jenis solar yang mengantri di SBPU adalah dari luar Kabupaten Toba, dimana menurut keterangan para supir angkutan SPBU yang mereka lalui di luar Kab. Toba kehabisan stok sehingga terpaksa mengantri di SPBU yang masih ada stok BBM jenis solar seperti di Kabupaten Toba, sehingga terjadilah penumpukan kendaraan yang mengakibatkan kemacetan.
Dalam rapat tersebut Sat Reskrim juga diminta untuk melaksanakan penindakan terhadap para pedagang BBM Solar Subsidi yang tidak memiliki ijin dari dinas terkait.
[br]
Sat Intelkam menghimbau agar pengusaha SPBU membuat spanduk yang berisi himbauan tentang aturan yang berhak menggunakan solar bersubsidi, dan menghimbau agar pengusaha SPBU lebih selektif terhadap pembeli solar subsidi yang menggunakan jirigen tanpa ijin.
Polres Toba melalui Kasubbag Humas menghimbau agar para pengusaha SPBU lebih selektif melayani melayani kendaraan ketimbang pembelian dengan jirigen. (Mtc/Yin)