Senin, 24 Agustus 2026 WIB

Ungkap Kasus Perampokan Toko Emas, Polisi Periksa 120 Rekaman CCTV

- Jumat, 17 September 2021 14:37 WIB
Ungkap Kasus Perampokan Toko Emas, Polisi Periksa 120 Rekaman CCTV
mtc/ist
Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja  mengangkat barang bukti emas yang dirampok para pelaku.
MATATELINGA, Medan: Guna mengungkap kasus perampokan toko emas Pasar Simpang Limun, Medan, pihak kepolisian mengumpulkan 120 rekaman CCTV. Tidak sia-sia, ratusan rekaman CCTV ini berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku perampokan ini.

Adapun ratusan CCTV itu dikumpulkan dari kawasan yang menjadi perlintasan para pelaku sebelum dan sesudah melakukan aksinya itu.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan bahwa dalam mengungkap kasus itu, polisi harus mengumpulkan bukti-bukti. Bahkan, CCTV juga petunjuk untuk mengungkap kasus ini.

"Untuk mengungkap kasus ini, polisi harus bekerja keras mengumpulkan 120 lebih rekaman CCTV di pasar dan jalan raya yang dilintasi para pelaku," katanya, Jumat (17/9/2021).


Tatan juga menuturkan, rekaman CCTV yang menjadi salah satu petunjuk dalam kasus ini dikumpulkan petugas dan dengan CCTV itu, lima pelaku diamankan petugas di lapangan.

"Alhamdulillah, dari petunjuk (CCTV) itu kita berhasil menangkap para pelaku," ujarnya.

73 Saksi Diperiksa Pasca Perampokan Toko Emas di Pasar Simpang Limun

Tatan mengungkapkan, selain rekaman CCTV. Pihaknya juga memintai keterangan puluhan saksi atas kejadian perampokan itu.

"Ada 73 saksi yang kita mintai keterangan untuk mengungkap kasus ini," ungkapnya.

[br]

Untuk diketahui, pelarian kawanan perampok toko emas bersenjata api pada Kamis 26 Agustus lalu didalangi tersangka Hendrik Tampubolon sekaligus pemilik tiga pucuk senjata api. Hendrik Tampubolon ditembak mati dalam Penangkapannya di Kabupaten Dairi.

Tiga tersangka lainnya masing-masing Paul, Prayogi dan Farel merupakan kenalan baru Hendrik. Ketiganya diperkenalkan kepada Hendrik oleh tersangka Dian. Dian merupakan rekan Hendrik yang tidak ikut serta dalam perampokan ini.

Pengalaman menjadi penjahat kriminal dan sama-sama pernah mendekam di tahanan rutan Tanjung Gusta menjadi acuan bagi Dian mempertemukan ketiga tersangka dengan Hendrik.

Sedangkan Hendrik merupakan seorang buron kasus perampokan Bank BRI di Riau pada 2020 lalu, serta DPO pembunuh bayaran yang nyaris menewaskan seorang kepala desa di Rokan Hilir. Ia juga membeli senjata api laras panjang dari Aceh, Serta memiliki dua senjata laras pendek Revolver dan Winchester sejak 2012.

Dalam aksinya tersebut, untuk menghilangkan jejak, keempat tersangka membuang sebo, topi dan jaket yang dikenakan saat merampok. Mereka juga melapisi jari menggunakan plester agar tidak menyisakan sidik jari. Sebelum merampok, mereka juga mengobservasi toko emas yang menjadi targetnya sehari sebelumnya.

[br]

Pelarian kawanan ini Teridentifikasi di salah satu CCTV sekitar Jalan Menteng, Medan Denai. Di mana, tersangka Paul masih memakai celana yang dikenakannya saat merampok.

Dari penangkapan Paul dan Farel terungkap, seluruh emas Rampokan dibawa oleh Hendrik dan dijanjikan akan dibagi minimal Rp 100 juta perorang. Usai merampok, tiga tersangka diberi uang masing-masing Rp 4 Juta, kecuali tersangka Dian.

Kawanan ini berhasil mencuri total 6,8 kilogram emas serta Rp 20 Juta uang tunai. Emas rampokan itu kemudian dikubur Hendrik di perladangan sekitar kediaman orangtuanya di Dairi. Selama pelarian hingga ditembak mati saat penangkapan, emas curian itu belum sempat dijual.

Dalam kasus itu, pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti 6,8 kilogram emas, senjata api, ratusan amunisi, sepeda motor hasil curian di Riau yang digunakan merampok di Medan.

Diberitakan sebelumnya, kejadian perampokan tersebut terjadi pada Kamis (26/8/2021) siang di dua toko emas yang berada di Pasar Supermarket Simpang Limun, Jalan Sisingamangaraja Medan. Dalam kejadian itu, pemilik toko kehilangan 6,8 kilogram emas murni yang ditaksir seharga Rp 6,8 miliar. (mtc/ism)

Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru