Matatelinga - Medan, Aksi demo yang dilakukan puluhan keluarga korban dan aktivis aliansi masyrakat peduli HAM Sumatera Utara ricuh, bentrok dengan aparat kepolisian. Massa yang menuntut agar pemerintah Malaysia melepas tenaga kerja Indonesia yang ditangkap dan ditahan polisi dan kastam diraja malaysia.
Kericuhan berawal dari, saat kepolisian yang berusaha membubarkan aksi. Massa balik melempar kantor konjen dengan telur dan botol minuman mineral. Terlihata juga ada pengunjukrasa yang membawa foto salah satu korban penembakan di Malaysia pada 17 Juni lalu. Bahkan, pengunjukrasa membakar bendera Malaysia sebagai tanda protes keras mereka akan pelanggaran HAM yang terjadi di Malaysia.
Kericuhan mulai terjadi saat kepolisian melarang aksi lempar telur busuk ke arah kantor. Akhirnya mereka kecewa, dan berusaha menerobos barisan kepolisian yang berjaga saat aksi berlangsung.
Ridwan Ali, Koordinator Aksi mengatakan mereka tidak akan berhenti sebelum pihak Malaysia melepas 61 TKI asal Sumut dan Aceh yang ditahan. "Kami tidak akan berhenti, sampai tuntutan kami dipenuhi," ujarnya.
Sebelumnya peristiwa ini terjadi pada 17 Juni lalu pejabat resmi Malaysia menyatakan kapal tongkang Jeti Kelanang pembawa puluhan TKI itu tenggelam karena kelebihan muatan. Namun dari keterangan saksi yang hidup dan telah tiba di Aceh, kapal ditembaki polisi dan kastam diraja Malaysia.