Minggu, 18 Oktober 2026 WIB

KPH-IV Balige Terbuka dan Siap Diskusi Tentang Lahan PT TPL

- Rabu, 28 Juli 2021 14:35 WIB
KPH-IV Balige Terbuka dan Siap Diskusi Tentang Lahan PT TPL
mtc/pi
KPH-IV Balige Terbuka dan Siap Diskusi Tentang Lahan PT TPL
MATATELINGA, Toba: Kepala KPH-IV Balige Kabupaten Toba, Leonardo A.B Sitorus, meminta kepada Kelompok Tani Hutan untuk bertanya langsung ke KPH jika ada persoalan mengenai status lahan TPL atau persoalan lahan lainnya.

Hal ini diungkapkan Leo di hadapan pengurus Kelompok Tani Hutan dan direktur PT. TPL di kantornya di Balige pada Selasa, (27/7/21).


Melihat perkembangan masalah lahan TPL yang muncul yang saat ini, Leo menerangkan bahwa PT. TPL menerima konsesi dari pemerintah. Pemerintah memberikan lahan konsesi yang adalah menjadi Hutan Hak PT. TPL. Namun Leo menjelaskan bahwa jika ada kesalahan TPL di wilayah kerjanya, dimungkinkan adalah kesalahan pemerintah.

”Saya tidak melihat dan mengetahui kesalahan lahan TPL. Dan saya bisa memastikan bahwa pemerintah tidak salah memberikan konsesi lahan TPL menjadi Hutan Produksi Tetap” terang Leo.

Kelompok Tani Hutan (KTH) Tukkonisolu di Desa Parsoburan Barat Kecamatan Habinsaran mengelola lahan TPL seluar 97 Ha. Lahan tersebut akan dikelola kelompok untuk kesejahteraan warga Desa Parsoburan Barat.


PT. TPL lalu melakukan kerjasama dengan Kelompok Tani Hutan Tukkonisolu dengan menadatangani Nota Kesepakatan Kerja sebagai wujud dari motto perusahaan “Tumbuh dan Berkembang Bersama Masyarakat”.

Penandatanganan ini langsung dilakukan Jandres Silalahi direktur PT Toba Pulp Lestari disaksikan Santo Sitorus Camat Habinsaran.

Sementara Demas Simangunsong kepala desa Parsoburan Barat berharap kepada Kelompok Tani Hutan tersebut agar Kelompok Tani Hutan ini jangan disusupi pihak ketiga dengan berbagai cara yang diduga dilakukan untuk memprovokasi.

“Jangan ada memprovokasi kelompok ini agar kita bisa kerjasama dan kita jaga juga lahan perusahaan agar kita bisa hidup berdampingan" ungkap Kepala Desa.
Leo menyesalkan banyaknya persoalan lahan TPL yang tidak didiskusikan kepada kehutanan, dan malah pihak luar yang tidak mengerti yang diajak menyelesaikan.

Atas kejadian tersebut, Leo berharap agar masyarakat bisa bertanya langsung kepadanya. “Saya terbuka kepada siapapunn berdiskusi. Jangan kepada orang yang tidak mengerti persoalan seperti yang terjadi selama ini” terang Leonardo Sitorus saat ikut menandatangi NKK KTH Tukkonisolu.

Kelompok ini menjadi mitra TPL untuk menjaga dan melindungi lahan TPL dan berharap kelompok bisa dapat menikmati hasil tersebut sembari. (mtc/Yin)

Editor
:
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru