MATATELINGA, Medan: Pilwakot tidak hanya menjadi tugas lembaga penyelenggara pemilu, baik KPU maupun Bawaslu. Dibutuhkan seluruh elemen masyarakat untuk menyukseskan pesta demokrasi tersebut, salah satunya datang dari organisasi kepemudaan
“Sebagai pemuda atau kaum milenial, kita harus membantu memberikan informasi mengenai Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tahun 2020. Satu hal yang pasti, pemuda jangan bersikap tidak peduli dengan Pilwakot, karena mereka memiliki hak untuk menyuarakan pendapatnya,” ucap Ketua Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Kota Medan, Hanafi Siregar, Selasa (10/11).
Meski diperkirakan akan berlangsung di tengah keprihatinan karena wabah covid-19, Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kota Medan lanjut Hanafi, tetap bertekad untuk berpartisipasi penuh dalam mensukseskan Pilwakot Medan tahun 2020.
“Keyakinan saya akan hal itu terlihat setelah kami melakukan konsolidasi ke pengurus tingkat Kecamatan dan Kelurahan se-kota Medan, dimana para kader Pemuda Muslimin telah menyatakan kesiapan membantu penyelenggara dan pemerintah agar pilwakot terlaksana sukses & demokratis,”beber Hanafi.
Sementara itu Wakil Ketua PMI Medan, OK.Syahrul, menyampaikan akan dilaksanakan rekrutmen 10 ribu kader Pemuda Muslimin se-kota Medan yang tersebar di 21 kecamatan dan 151 kelurahan. Program ini kata Syahrul merupakan salah satu program Pemuda Muslimin Kota Medan untuk mensuksekan Pilkada di ibukota Provinsi Sumatera Utara ini.
“Program ini masih berlangsung,” ujarnya.
Sekretaris Pemuda Muslimin Kota Medan, Azhar menambahkan kepada para pengurus Pemuda Muslimin baik tingkat kecamatan dan kelurahan untuk secara aktif mengajak warga untuk memelihara kondusifitas di Kota Medan dan tidak menyebarkan infomasi bohong yang akan menimbulkan keresahan.
“Kita sudah beri arahan agar semua pengurus secara aktif mengajak semua warga tetap memelihara kondusivitas, tidak menebar dan tidak menjadi korban hoaks, jangan melakukan kampanye hitam meski merasa sangat berkewajiban memenangkan pasangan calon (paslon) tertentu, hadir memberi suara di TPS dan ikut mengawasi agar berbagai bentuk penyimpangan demokrasi dapat diantisipasi dan dieliminasi”, urai Azhar.
Sedangkan Bendahara PMI Medan, M.Ikhwan berharap pada saat pelaksanaan Pilkada nanti, pemerintah maupun penyelenggara Pilkada tetap memperhatikan prosedur protokol kesehatan.
“Kita berharap pelaksanaan tahapan Pilkada tetap harus mematuhi protokol kesehatan, yaitu menjaga jarak saat berinteraksi, memakai masker, rajin cuci tangan, serta menyemprotkan disinfektan secara berkala," tutup Ikhwan (mtc/rel)