Minggu, 01 November 2026 WIB

Eldin Ajak Umat Budha Renungkan Nilai Ajaran Agama

Admin - Sabtu, 24 Mei 2014 17:37 WIB
Eldin Ajak Umat Budha  Renungkan Nilai Ajaran Agama
Matatelinga - Medan, Pelaksana Tugas Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi mengajak seluruh umat Budha di Kota Medan, agar kembali merenungkan nilai-nilai ajaran agamanya dalam menjalankan kehiduan sehari-hari. Shidarta Gautama telah mengajarkan dharma yang menjadi panutan seluruh umat Budha. Dharma yang diajarkan itu tentunya  berisi nilai-nilai falsafah yang mendalam, hakikat, makna dan tujuan kehidupan umat manusia.

Ajakan ini disampaikan Eldin ketika menghadiri acara  Tri Suci Waisak 2558 B.T/2014 di Lapangan Komplek Asia Mega Mas Medan, Jumat (23/5/2014) malam. Dia berharap melalui perayaan ini, dapat membawa ketentraman, tidak saja bagi umat Budha tetapi juga seluruh umat manusia.

Peringatan Tri Suci Waisak yang digelar Pemko Medan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan bekerjasama dengan Walubi Kota Medan ini mengambil tema, “Melalui Semangat Tri Suci Waisak 2558 B.T/2014, Kita Tingkatkan Kerukunan Umat Beragama Demi Keutuhan Bangsa”.

Dihadapan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kota Medan,  para ketua-ketua Majelis Agama Budha,  Ketua Komisi E DPRD Sumut Brilian Mochtar, Ketua PSMTI Kota Medan Halim Loe, Bikhu Sangha dari Kementrian Agama kota Medan, Ketua Walubi Medan Earlnus Chen, pimpinan SKPD serta umat Budha, Eldin mengatakan dengan memegang teguh dharma itu , umat Budha akan dapat memahami makna hidup yang sesungguhnya dalam bentuk kedamaian sejati.

Menurut Eldin, nilai-nilai universal dharma Sang Budha sungguh penting artinya dalam membangun  Kota Medan. Ibukota Provinsi Sumatera ini akan menjadi kota yang bermarbat jika memiliki pondasi moral yang kuat.Pondasi moral itu bukan saja akan membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, tetapi juga akan mendorong semua untuk menjadi lebih baik lagi.

“Sebagai kota yang majemuk, Kota Medan memiliki keragaman etnis, suku, agama, bahasa dan budaya. Hal ini tentunya merupakan anugerah Tuhan Yang Maha Kuasa. Meski majemuk  namun seluruh kelompok masyarakat hidup saling berdampingan, rukun dan bersatu,” kata Eldin.

Oleh karenanya Eldin mengingatkan, kemajemukan tidak boleh menciptakan diskriminasi dan egoism, merenggangkan rasa kesetiakawanan dan kebersamaan. Di Kota Medan tidak boleh ada kelompok  yang merasa berada di atas kelompok yang lain. “Kita semua setara, serta memiliki hak dan kewajiban yang sama, terutama dalam berpartisipasi membangun kota yang kita cintai ini,” ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Eldin menyampaikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada Walubui Kota Medan atas peran pentingnya dalam memajukan kehidupan beragama di Kota Medan. Serta dalam emmbangun dan memajukan kehidupan berbangsa dan bernegara. Sedangkan kepada para pemuka agama Budha, Eldin mengajak untuk terus mengedepankan kearifan, tanggung jawab dan keikhlasan.

“Saya berharap para tokoh agama ini dapat memainkan peran pentingnya untuk memberikan pencerahan, pencerdasan dan keteladanan di tengah-tengah masyarakat. Para pemuka agama harus dapat menciptakan suasana yang mententramkandan mendamaikan. Serta mendorong umatnya ikut serta dalam membangun Kota Medan,”ujarnya mengingatkan.

Sementara itu Ketua Walubi Medan Earlnus menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Pemko Meda atas digelarnya acara Tri Suci Waisak. Untuk itu atas nama umat Budha di Kota Medan, dia mengucapkan terima kasih kepada Plt Wali kota Medan. Dia berharap melalui perayaan ini seluruh umat Budha dapat menjaga kerukunan umat beragama di Kota Medan.

Menurut Earlnus, seluruh umat Budha di Kota Medan terus mendukung program Pemko Medan, termasuk program Berhias (bersih, hijau, asri dan sehat). Salah satu bentuk dukungan yang dilakukan yaitu dengan memberikan bantuan 3.000 bibit pohon mangga dan pucuk merah kepada Pemko Medan untuk disebarkan di seluruh wilayah Kota Medan.

Sebelumnnya Kadis Kebudayuaan dan Pariwisata Kota Medan Drs Busral Manan dalam laporannya menjelaskan, peringatan Tri Suci Waisak 2558 B.T/2014 ini dihadiri oleh seluruh umat Budha di Kota Medan. Selain itu juga turut dihadiri kurang lebih 2000 umat Budha dari luar kota. Busral berharap melalui acara ini dapat memberikan kontribusi dalam upaya mendatangakan wisatawan ke Kota Medan, sekaligus meningkatkan kerukunan hidup umat beragama.

Acara diawali dengan atraksi barongsai. Setelah itudilanjutkan dengan penyalaan lilin panca warna diikuti seluruh yang hadir yang bertujuan agar seluruh umat manusia terleselamatkan dan Kota Medan selalu dalam keadaan aman, nyaman dan sejahtera. Sebelumnya, acara diisi dengan ibadah bersama.


(Hendra/Mt-01)
SHARE:
 
Tags
 
Komentar
 
Berita Terbaru