MATATELINGA, Tebingtinggi: Hujan debu vulkanik yang mumutihkam wajah kota Tebingtinggi, Senin siang (10/08) sejak pukul 13.30 wib akhirnya berangsur hilang.
Meskipun sekira pukul 17.30 wib, masih terdapat sisa debu vulkanik yang berterbangan diudara dan menempel dibenda.
Guna menghindari dan mengantisipasi penyakit napas atau HISPA, dan kenyamanan masyarkat Kota Tebing Tinggi dalam berkendara,
Satuan Polisi Pamong Peraja (Sat Pol PP) Kota Tebing Tinggi menurunkan 4 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) guna melakukan penyemproton disepanjang jalan protokol dan inti kota.
Itu dilakukan karena kondisi abu vulkanik akibat erupsi gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo hingga sampai ke Tebing terbilang cukup tebal, sehingga jalanan dipenuhi sisa debu vulkanik.
Pemerintah Kota Tebing Tinggi melalui Kasatpol PP. Kota Tebing Tinggi, M.Guntur Harahap kepada kru MTC, Senin sore, membenarkan penyemprotan tersebut.
Dikatakannya juga bahwa pebywmprotan sengaja dilakukan demi kenyamanan masyarakat kota Tebing Tinggi saat berkendara.
Adapun penyemprotan untuk sementara masih meliputi jalan Sutomo, Jalan Suprapto, Jalan Gunung Lauser, Jalan Yos Sudarso dan Jalan Sudirman.
Selain untuk kenyamanan warga kota Tebing Tinggi dalam berkendara, yang utama adalah guna menghindari dan mengantisipasi penyakit pada pernafasan atau HISPA.
Secara umum bisa dikatakan bahwa material abu vulkanik akan menimbulkan dampak yang sangat berbahaya terutama bagi kesehataan tubuh manusia.
Jika masyarakat tidak mengetahui informasi tentang bahaya abu vulkanik bagi kesehatan dikhawatirkan akan banyak masyarakat Kota Tebing Tinggi yang terkena gangguan kesehatan akibat abu vulkanik tersebut.
"Kitakan tak ingin masyarakat terkena gangguan kesehatannya akibat abu vulkanik, makanya kita lakukan penyemprotan," jelas Guntur mengakhiri.
Pantauan kru MTC, terlihat petugas Damkar dan Sat Pol PP kota TebingTinggi melakukan penyemprotan disepanjang jalan protokol dan inti Kota Tebing Tinggi demi kenyamana masyarakat dalam berkendara.