Minggu, 26 April 2026 WIB

Golkar Sumut, HYS vs Jagoan Kesiangan

Redaksi - Minggu, 18 Januari 2026 17:15 WIB
Golkar Sumut, HYS vs Jagoan Kesiangan

MATATELINGA,Golkar Sumatera Utara sedang menyaksikan parade jago kesiangan. Begitu singgasana kosong, barulah banyak pendekar dadakan keluar dari persembunyian. Padahal saat kursi itu masih dijaga kekuasaan, nyaris tak satu pun yang berani mendekat.

Saat Musa Rajekshah alias Ijeck masih berkuasa, Golkar Sumut seperti hutan sunyi. Tidak ada penantang, tidak ada perlawanan terbuka. Semua memilih aman, semua memilih diam. Hanya satu nama yang berani tampil, Hendri Yanto Sitorus. Ia maju saat risikonya nyata, saat harga perlawanan masih sangat mahal.

Baca Juga:

Kini, setelah Ijeck disingkirkan dan medan dibuat steril, tiba-tiba banyak yang merasa paling pantas. Mereka yang dulu bisu, kini paling lantang. Mereka yang dulu bersembunyi, kini sibuk mengklaim dukungan. Golkar Sumut berubah jadi panggung bagi mereka yang tak ikut bertarung, tapi ingin menikmati kemenangan.

Nama Andar Amin Harahap mendadak dielu-elukan. Ironis. Saat badai masih mengamuk, namanya nyaris tak terdengar. Ia tidak berdiri di garis depan, tidak mengambil risiko, tidak menunjukkan sikap. Kini, setelah jalan dibersihkan, ia tampil dengan wajah penuh percaya diri. Pahlawan yang muncul setelah perang sesungguhnya usai.

Baca Juga:

Inilah politik tanpa keberanian. Menunggu orang lain berhadap-hadapan dengan bahaya, lalu datang membawa karangan bunga. Dalam politik memang tak ada dosa menunggu, tapi kepemimpinan yang lahir dari sikap pengecut hanya akan melahirkan partai yang rapuh.

Golkar Sumut tidak sedang butuh pengumpul suara. Golkar Sumut butuh pemimpin. Dan pemimpin tidak lahir dari mereka yang berani karena situasi sudah aman, melainkan dari mereka yang tetap berdiri saat tekanan masih menyesakkan.

Jika Golkar Sumut dipimpin oleh mereka yang hanya pandai menanti "tokai hanyut", jangan heran jika ke depan partai ini hanya jadi penonton di kandang sendiri. Sejarah tidak mencatat siapa yang paling ramai di akhir cerita, tapi siapa yang berani hadir sejak awal.

Golkar Sumut sedang diuji. Memilih HYS yang bertarung sejak awal atau memilih jagoan yang bangun kesiangan?

Baca Juga:

 
Berita Terbaru