Sabtu, 25 Juli 2026 WIB

Petani Hidup Dalam Ancaman, Reforma Agraria Hanya Angan-Angan

Putra - Kamis, 25 September 2025 09:30 WIB
Petani Hidup Dalam Ancaman, Reforma Agraria Hanya Angan-Angan
Dialog dengan petani pasca bentrok TPL

Namun, alih-alih memperkuat ketahanan petani kecil, pemerintah justru meluncurkan program-program adaptasi iklim yang tidak berpihak, bahkan merusak lingkungan. Proyek food estate, skema perdagangan karbon, maupun ekspansi energi skala besar kerap diklaim sebagai solusi iklim, tetapi kenyataannya justru menambah konflik baru. Misalnya dampak dari PT TPL menyebabkan banjir bandang di Simalungun dan Humbang Hasundutan yang menghancurkan lahan pertanian masyarakat.

Jadi, selain menghadapi konflik agrarian dengan Perusahaan besar, di sisi lain kaum tani juga harus berhadapan dengan dampak nyata krisis iklim yang langsung menghancurkan sumber kehidupan mereka.

Peringatan hari tani nasional 2025 harus menjadi momentum untuk mengingatkan negara akan tanggung jawabnya. Negara tidak boleh terus abai dan menutup mata terhadap penderitaan petani, khususnya di Sumatera Utara. Kami menyerukan:

Baca Juga:

1. Segera selesaikan konflik agraria di Sumatera Utara, kembalikan tanah kepada petani dan masyarakat adat yang berhak.

2. Hentikan kriminalisasi dan kekerasan terhadap petani, usut tuntas kasus kekerasan yang telah terjadi sepanjang konflik agraria di Sumut

3. Laksanakan reforma agrarian sejati.

SHARE:
 
Tags
 
Berita Terkait
Kapolres Simalungun Hadiri Rapat Koordinasi Penyelesaian Sengketa Lahan TPL-Masyarakat Sihaporas
TPL : Tak ada Penyerbuan, Massa yang Anarkis, Kami Korban!!!
Polsek Serbalawan Dukung Program Ketahanan Pangan, Bhabinkamtibmas Sambangi Petani Jagung di Tapian Dolok
Kapolres Simalungun Besuk Korban Konflik PT TPL VS Masyarakat, Serukan Perdamaian dan Ketenangan
Sihaporas Berdarah : Ratusan Security TPL Bersajam dan Alat Setrum, Kayu Tameng Serbu Pukuli Petani
Aksi Anarkis Sekelompok Massa Kembali Ganggu Operasional TPL
 
Komentar
 
Berita Terbaru